Infaq Jamaah Salat Jumat di Masjid Agung Medan Terus Meningkat, H. Yuslin Siregar: Alhamdulillah
Medan — Kecenderungan meningkatnya partisipasi jamaah dalam berinfak di Masjid Agung Medan kian terasa dalam tiga pekan terakhir. Masjid megah kebanggaan masyarakat Sumatera Utara yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro ini terus menunjukkan tren positif dari sisi neraca penerimaan infak Salat Jumat.
Berdasarkan laporan petugas Masjid Agung Medan, Nur Wahyudi, yang disampaikan dalam grup WhatsApp resmi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Agung Medan, tercatat bahwa total infak yang masuk dari jamaah Salat Jumat pada tanggal 2 Mei 2025 mencapai Rp 15.733.000. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 1.627.000 (11,54%) dibandingkan penerimaan pada Jumat, 18 April 2025 yang tercatat sebesar Rp 14.106.000.
Lebih signifikan lagi, bila dibandingkan dengan Jumat 25 April 2025, di mana total infak yang diterima hanya Rp 12.167.000, maka peningkatan pada Jumat 2 Mei tercatat sebesar Rp 3.566.000 atau naik 29,31%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa semangat jamaah dalam mendukung operasional masjid melalui infak semakin menguat.
Rinciannya, infak utama dari tabung-tabung yang diedarkan saat Salat Jumat pada:
18 April 2025 sebesar Rp 13.350.000
25 April 2025 sebesar Rp 11.851.000
2 Mei 2025 meningkat menjadi Rp 14.818.000
Sementara itu, pada pos infak simpan sepatu, terkumpul:
Rp 256.000 (18 April)
Rp 316.000 (25 April)
Rp 215.000 (2 Mei)
Selain itu, pos infak lain-lain seperti untuk kebersihan dan kegiatan khusus mencatat:
Rp 500.000 (Akad Nikah, 18 April)
Rp 0 (25 April)
Rp 700.000 (BKPRMI dan Ashdiqi, 2 Mei)
Laporan perkembangan positif ini pun mendapat sambutan hangat dari para pengurus BKM Agung Medan. Salah satunya datang dari H. Yuslin Siregar, Sekretaris Badan Kenaziran sekaligus Ketua Bidang Kemakmuran dan Kegiatan Ibadah BKM Agung Medan, yang langsung merespons dalam grup dengan ungkapan penuh syukur.
“Alhamdulillah,” tulis beliau singkat namun penuh makna, menandakan rasa syukur atas meningkatnya kesadaran jamaah dalam menunaikan infak untuk mendukung kegiatan dan operasional masjid.
Tren ini menjadi penanda bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan masjid terus terjaga. Ia juga berharap semangat berinfak ini semakin tumbuh ke depan.
BKM berharap jamaah dan masyarakat terus meningkatkan infaknya. Seluruh infak yang terkumpul dikelola secara amanah dan sepenuhnya digunakan untuk keperluan operasional dan pemakmuran Masjid Agung ini.
Masjid Agung Medan sendiri dikenal tidak hanya sebagai tempat ibadah utama, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan yang menyatukan umat dari berbagai penjuru kota dan daerah. Tren peningkatan infak ini menjadi cerminan bahwa semangat kebersamaan dan kontribusi umat terhadap rumah Allah masih sangat tinggi dan terus tumbuh dari waktu ke waktu.











