Hasil Kerja Bersama Tim Direksi Buahkan Kinerja Gemilang Bank Sumut Semakin Signifikan
MEDAN – Keberhasilan Bank Sumut membukukan kinerja positif pada triwulan pertama 2025 tak hanya menjadi bukti ketangguhan korporasi ini dalam menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga menegaskan kuatnya kolaborasi tim di level manajemen.
Dengan komitmen kolaborasi jajaran Direksi menunjukkan kerja kolektif yang sinergis, menghasilkan capaian signifikan bagi bank kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini.
Peran kolektif tim yakni Direktur Utama Babay Parid Wazdi, Direktur Pemasaran Hadi Sucipto, Direktur Keuangan & TI Arieta Aryanti, Direktur Kepatuhan Eksir, dan Direktur Bisnis & Syariah Syafrizalsyah yang bekerja sinergis dengan semangat perubahan dan Kolaborasi Sumut Berkah yang digerakkan Gubsu Bobby Nasution.
Bank Sumut mencatatkan laba sebesar Rp 181 miliar atau tumbuh 9,71 persen Year on Year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini diiringi peningkatan penyaluran kredit menjadi Rp 32 triliun hingga Maret 2025, dengan sektor produktif dan UMKM sebagai tulang punggungnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga berhasil ditekan menjadi 2,40 persen, mencerminkan penguatan manajemen risiko dan kualitas pembiayaan.
Kinerja ini menjadi lebih impresif jika ditempatkan dalam konteks ekonomi makro saat ini. Gejolak global akibat konflik geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan inflasi masih mewarnai perekonomian dunia. Di tingkat nasional, dampak kebijakan efisiensi fiskal dan pengendalian impor turut menantang pertumbuhan kredit dan likuiditas. Meski demikian, Bank Sumut justru tampil menonjol dengan pertumbuhan berkelanjutan dan stabil.
Ekonom Sumatera Utara, Benjamin Gunawan, menggarisbawahi bahwa keberhasilan Bank Sumut buah dari kerja kolektif tim direksi yang solid dan terukur.
“Laba yang tumbuh hampir 10 persen di tengah ketidakpastian ekonomi adalah cerminan bahwa Bank Sumut merupakan institusi perbankan daerah yang resilien dan adaptif,” kata Benjamin.
“Strategi bisnis yang dijalankan tidak hanya responsif, tapi juga berbasis kolaborasi. Ini hasil kerja sinergi seluruh Direksi,” tambahnya.
Menurut Benjamin, dalam situasi yang ditandai kebijakan efisiensi belanja negara dan fluktuasi eksternal seperti pajak impor dan pelemahan global, sektor UMKM yang menjadi fokus Bank Sumut tetap harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Ia mendorong agar manajemen terus memperkuat sistem mitigasi risiko dan mempertahankan momentum pertumbuhan dengan menjaga kualitas kredit.
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sumut juga menunjukkan performa luar biasa, dengan aset meningkat 32,76 persen YoY menjadi Rp 4,6 triliun, DPK tumbuh 41,34 persen, dan pembiayaan naik 17,46 persen menjadi Rp 3,1 triliun. Ini menjadi indikasi bahwa strategi diversifikasi Bank Sumut berjalan efektif dan berdampak luas pada penguatan kinerja jangka panjang.
Soliditas tim Direksi Bank Sumut menjadi teladan tentang bagaimana lembaga keuangan milik daerah dapat tampil kompetitif, profesional, dan relevan di tengah tantangan global. Ini sekaligus menjadi prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Sumatera Utara dan layak mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai pemegang saham pengendali.











