MEDAN-Setelah beberapa hari diam, akhirnya pendukung Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution buka suara terkait tudingan Plt Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat. Ketua Relawan Jadikan Akhyar Medan Satu (JAMU), Ade Dermawan, mengatakan, tudingan yang disampaikan Djarot kepada Akhyar Nasution sangat tidak beralasan.
Menurutnya, dalam kaitan kasus suap yang menimpa Wali Kota Medan (nonaktif), Dzulmi Eldin, Akhyar tidak terlibat. Begitu juga tentang pelaksanaan MTQ Kota Medan ke-53 beberapa bulan lalu.
Ketua PC Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Medan itu justru mengungkap Djarot yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu ikut terseretmeminta kepada Djarot untuk berkaca diri. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu ikut terseret sejumlah kasus korupsi seperti pembelian lahan Cengkareng Barat. Bahkan, Djarot pernah diperiksa Bareskrim Polri terkait hal tersebut. Selain itu, kata dia, Djarot juga dikaitkan dengan proyek reklamasi.
“Djarot pernah dipanggil BPK dan polisi atas kasus dugaan korupsi. Jadi Djarot jangan ngomong soal bersih, bebas korupsi,” ujar Ade, di Medan, Rabu (27/7/2020).
Ia juga tidak terima ketika Akhyar Nasution yang ingin maju Pilkada Medan disebut berburu kekuasaan. “Apakah Akhyar berburu kekuasaan, jawabannya tidak. Faktanya….. (selengkapnya baca di: medanbisnisdaily.com).












Komentar