Ketika Wakil Rakyat Hadir Menyambut Jamaah Haji
Catatan Ir Zulfikar Tanjung
(Wartawan Utama DP)
Mengutip editoriaaal Koran Mimbar Umum terbitan Jumat 12 Juni 2026 bahwa di tengah padatnya agenda politik dan pemerintahan, kehadiran seorang wakil rakyat di tengah masyarakat sering kali diukur bukan dari banyaknya pidato yang disampaikan, melainkan dari kesediaannya hadir pada momen-momen yang memiliki makna bagi rakyat yang diwakilinya.
Pemandangan itu terlihat saat kepulangan jemaah haji Kloter 08 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan. Di antara keluarga yang menanti dan para pejabat penyelenggara haji, tampak Anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan IV Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi, Sugiatik, S.Ag, hadir langsung menyambut para tamu Allah yang baru kembali dari Tanah Suci.
Kehadiran tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun jika dicermati lebih dalam, terdapat pesan penting tentang bagaimana seorang wakil rakyat memaknai tugas dan tanggung jawabnya.
Sebagian besar jemaah Kloter 08 memang berasal dari Kabupaten Serdang Bedagai, wilayah yang termasuk dalam daerah pemilihannya. Wajar apabila Sugiatik merasa memiliki kedekatan emosional dengan para jemaah tersebut. Mereka adalah masyarakat yang selama ini diwakilinya di lembaga legislatif provinsi.
Namun yang menarik, Sugiatik tidak datang hanya untuk menyambut jemaah dari daerah pemilihannya. Ia hadir dalam sebuah kloter yang juga berisi jemaah dari Kota Medan dan Kabupaten Asahan. Dalam kesempatan itu, tidak terlihat sekat-sekat daerah. Tidak ada perlakuan yang membedakan antara jemaah dari dapilnya dengan jemaah dari daerah lain.
Di sinilah makna penting yang patut diapresiasi.
Seorang anggota DPRD memang dipilih dari daerah pemilihan tertentu. Namun setelah terpilih, sesungguhnya ia mengemban amanah yang lebih besar, yakni menjadi wakil seluruh masyarakat Sumatera Utara.
Politik elektoral boleh membatasi wilayah pemilihan, tetapi pengabdian tidak boleh dibatasi oleh garis geografis.
Kehadiran Sugiatik dalam penyambutan jemaah haji tersebut menunjukkan pemahaman yang baik terhadap prinsip tersebut. Ia datang membawa identitas sebagai wakil rakyat dari Dapil IV, tetapi bertindak sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Sumatera Utara.
Penyematan selempang penghargaan kepada petugas kloter yang dilakukan pada kesempatan itu juga mengandung makna simbolis yang kuat. Penghargaan tersebut bukan hanya bentuk apresiasi kepada individu yang bertugas, melainkan penghormatan kepada seluruh petugas yang bekerja di balik layar demi kelancaran ibadah haji ribuan jemaah.
Dalam kehidupan politik yang sering diwarnai perdebatan dan perbedaan kepentingan, masyarakat sesungguhnya merindukan contoh-contoh sederhana seperti ini. Kehadiran, kepedulian, dan penghargaan kepada mereka yang telah mengabdi sering kali lebih bermakna daripada retorika panjang yang mudah dilupakan.
Karena itu, apa yang ditunjukkan Sugiatik di Asrama Haji Medan patut dibaca sebagai pesan bahwa seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir ketika meminta dukungan. Ia juga harus hadir ketika masyarakat yang diwakilinya merasakan kebahagiaan, syukur, dan keberkahan.
Dan ketika itu dilakukan tanpa memandang batas daerah asal jemaah, maka seorang wakil rakyat sesungguhnya telah melampaui identitas dapilnya. Ia tidak lagi hanya menjadi milik Serdang Bedagai atau Tebing Tinggi, melainkan menjadi bagian dari wajah pengabdian untuk seluruh Sumatera Utara. *











