oleh

Calon Jembatan Terpanjang di RI Akhirnya Jadi Juga Dibangun!

NASIONAL – Proyek Jembatan Batam Bintan sepanjang tujuh km tengah masuk dalam finalisasi pembahasan. Nantinya proyek jembatan terpanjang di Indonesia ini akan berlangsung dengan Skema KPBU (Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha). Investor dari Singapura sempat terkabar berminat pada proyek ini.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga tengah melakukan pengkajian teknis dan finansial pada pembangunan Jembatan Batam Bintan. Rencananya, pembiayaan pembangunan jembatan tersebut menggunakan Skema KPBU. Namun, pemerintah juga memberi dukungan finansial agar proyek tetap feasible.

“Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30 persen,” ujar Direktur Pembangunan Jembatan terpanjang Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan, dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:  Bio Farma Hadirkan Produk & Layanan Unggulan pada Open House Badan POM di Jakarta

Jembatan Batam Bintan termasuk jembatan khusus yang terdiri dari dua jembatan. Yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Sementara untuk porsi pembiayaan pemerintah pada jembatan penghubung Batam – Tanjung Sauh. Sedangkan Tanjung Sauh – Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.

“Jembatan Terpanjang Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2.000 meter. Dan Tanjung Sauh ke Bintan 5.000 meter. Jadi total panjangnya sekitar 7.000 meter,” terang Yudha.

Desain Jembatan

Desain awal pembangunan jembatan ini sudah ada oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2005. Kemudian dapat pembaharuan pada tahun 2010. Namun karena ke depan berbentuk jembatan tol atau kendaraan yang lewat akan terkena tarif, sehingga terdapat perubahan desain, agar menyesuaikan standar tol. Di mana lebar jembatan yang sebelumnya 28 meter, dapat penyesuaian jadi 33 meter.

BACA JUGA:  Dukung PPHRI, Gubsu Minta Pengusaha Hotel dan Restoran Kembangkan Konsep 3A

“Untuk jembatan Terpanjang  Tanjung Sauh ke Bintan yang KBPU, nanti desain yang ada menjadi basic design untuk di-update oleh investor menjadi DED (detail engineering design). Sehingga untuk ditindaklanjuti apa yang kurang difinalisasi. Sementara Jembatan Batam – Tanjung Sauh karena menjadi tugasnya pemerintah, kami akan selesaikan kekurangan yang ada dalam beberapa bulan. Sehingga saat proses KPBU selesai, DED-nya juga selesai,” jelasnya

Saat ini progresnya masih masuk dalam tahap finalisasi pembahasan KPBU, dengan harapan segera mulai konstriksi. Selain itu Jembatan Batam Bintan juga akan mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter di Pulau Bintan. Memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas wilayah juga mengurangi waktu tempuh dan biaya orang/barang.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Konsisten Tata Kawasan Danau Toba sebagai Unesco Global Geopark

“Bapak Menteri PUPR dan Bapak Presiden berharap tahun 2024 tidak ada pembangunan fisik. Itu menjadi concern kami. Maka targetnya sebelum 2024 jembatan ini sudah selesai,” jelasnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, menjelaskan kenggulan pembangunan infrastruktur dengan Skema KPBU daripada menggunakan APBN sepenuhnya. Di antaranya, bagi swasta memiliki kepastian pengembalian (Investasi) plus keuntungan. Sementara keuntungan pemerintah proyeknya,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed