oleh

RE Nainggolan: Tanpa Bobby Nasution, Green Card Kaldera Toba Berisiko Lepas

*RE Nainggolan Akui Kepemimpinan Bobby Nasution Penentu Green Card Toba*

RE Nainggolan: Tanpa Bobby Nasution, Green Card Kaldera Toba Berisiko Lepas

MEDAN — Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr. RE Nainggolan, MM, menilai keterlibatan langsung Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjadi faktor penting dalam keberhasilan Geopark Kaldera Toba mempertahankan status Green Card UNESCO.

Menurut mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara itu, tanpa komitmen dan kepemimpinan langsung gubernur dalam menggerakkan seluruh pemangku kepentingan, status Geopark Kaldera Toba berpotensi kehilangan pengakuan internasionalnya.

“Jujur, kalau Gubernur tidak turun langsung menggerakkan semuanya, sertifikat itu bisa saja lepas dari Geopark Kaldera Toba,” ujar RE Nainggolan kepada wartawan, Senin (30/6/2026).

BACA JUGA:  Empat Komplotan Begal Diringkus, Seorang Pelaku Wanita

Anggota Dewan Pakar Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba itu mengungkapkan, Bobby Nasution tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan penting menjelang revalidasi UNESCO. Mulai dari menerima kedatangan tim asesor UNESCO, mengantar kembali delegasi tersebut, hingga memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak dalam satu irama.

Ia mencontohkan pelaksanaan edukasi secara masif melalui jajaran Dinas Pendidikan yang melibatkan ribuan pelajar dalam kegiatan daring mengenai Geopark Kaldera Toba. Selain itu, gubernur juga memimpin koordinasi dengan para kepala daerah se-kawasan Danau Toba di Parapat untuk menyatukan langkah menghadapi proses revalidasi.

BACA JUGA:  Edy Rahmayadi: Proses Belajar Mengajar Harus Ikuti 3 M

“Semua OPD digerakkan. Itu menunjukkan kesungguhan pemerintah provinsi dalam menjaga status Geopark Kaldera Toba,” katanya.

Meski demikian, RE Nainggolan mengingatkan bahwa keberhasilan meraih kembali Green Card UNESCO bukanlah akhir dari perjuangan. Tantangan sesungguhnya, menurut dia, justru berada pada upaya mempertahankan standar pengelolaan geopark secara berkelanjutan.

Untuk itu, ia menilai peran pemerintah kabupaten di kawasan Danau Toba kini harus semakin dominan dengan menggerakkan kecamatan hingga pemerintahan desa.

“Ke depan, bupati yang harus lebih bergerak. Kecamatan dan desa harus ikut digerakkan karena sesungguhnya kunci pengelolaan geopark ada di daerah,” ujarnya.

Menurut RE Nainggolan, pengelolaan UNESCO Global Geopark tidak hanya berbicara mengenai keindahan alam, tetapi juga bertumpu pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga aspek tersebut harus diwujudkan melalui pelestarian keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya di seluruh kawasan Geopark Kaldera Toba.

BACA JUGA:  Patuhi Prokes dan 3 M, Ketua TP PKK Sumut Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir

Ia berharap semangat kolaborasi yang telah mengantarkan Kaldera Toba kembali memperoleh Green Card terus dipertahankan oleh seluruh pemangku kepentingan sehingga pengakuan dunia itu benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Bagi saya, keberhasilan ini bukan sekadar mempertahankan status UNESCO, tetapi juga menjaga kehormatan Sumatera Utara, bahkan Indonesia, di mata dunia,” kata RE Nainggolan.

News Feed