oleh

Bantah Ditangkap, Dokter Fauzi Nasution Angkat Bicara Soal Dugaan Plat Palsu Konsulat Rusia

MEDAN – Dokter Fauzi Nasution, perwakilan Konsulat Rusia di Medan angkat bicara soal kasus dugaan menggunakan plat korps diplomatik palsu milik Konsulat Rusia.

Dokter spesialis bedah itu memberikan klarifikasi kepada wartawan dirinya memang merupakan perwakilan resmi negara Rusia untuk Kota Medan. Ini dapat dibuktikan dengan surat administrasi dan juga beberapa kegiatan negara Rusia di Sumatera Utara yang selalu meminta bantuannya.

“Saya dokter bedah, saya mewakili kepentingan Rusia di Pulau Sumatera. Kenapa saya katakan begitu karena sejak 2013 saya sudah mengurus kepentingan Rusia di Sumatera Utara, maupun Sumatera lainnya termasuk Aceh,” kata Fauzi Nasution yang didampingi pengacaranya di Medan, Jumat (27/8/2021).

Fauzi menegaskan sebagai perwakilan Konsulat Rusia yang berkedudukan di Medan, tugasnya adalah mengakomodir kepentingan Rusia seperti di bidang pendidikan, perdagangan pun hal yang menyangkut kepentingan Rusia.

BACA JUGA:  Biden-Putin Makin Panas, Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat AS

Dia pun menyebutkan selalu bertemu dengan pejabat di Medan dan Sumatera Utara.”Saya sering kok ketemu sama pejabat di sini dalam hal kepentingan konsulat Rusia,” katanya.

Misalnya, pada 25 November 2020 lalu, Dokter Fauzi Nasution beraudensi dengan Pjs Walikota Medan Arief Sudiarto di Rumah DInas Walikota Medan mengungkapkan rencana pembukaan kembali kantor konsulat Rusia dan juga kantor atase pusat perdagangan dan kebudayaan.

“Kawan-kawan bisa datang ke Jalan Karim MS nomor 17-18, lihat apakah kantor Konsulat Rusia ada disitu, apakah benderanya masih berkibar di situ. Artinya apa, gedung konsulat itu masih ada, walaupun aktifitasnya, karena sempat dihentikan sekian lama dan dalam proses pembukaan kembali,” jelasnya.

Dokter Fauzi Nasution menilai kabar terkait dia ditangkap oleh pihak kepolisian dalam dugaan penggunaan plat CC telah mencederai dirinya secara pribadi maupun tugasnya sebagai perwakilan konsulat.

BACA JUGA:  Joe Biden Umumkan Larangan Impor Minyak Rusia

Fauzi mengungkapkan kronologis kejadian, pada hari Selasa kemarin. Usai menjalankan tugas di salah satu rumah sakit swasta di Medan, dia menemui sopir pribadinya untuk menyuruhnya pulang. Namun tidak berapa lama dia menerima telepon dari sang sopir yang mengatakan ditangkap polisi.

“Waktu itu saya tanya ditangkap kenapa? sopir saya bilang ditangkap soal apa, dia bilang ini pak soal plat CC. Saya tanya kamu ditangkap saat berjalan apa gimana, dia bilang di rumah sakit, yang nyita Reskrim, kesalahannya apa gak tahu katanya,” beber Fauzi.

Sopir akhirnya berhasil dilepas setelah ia mendatangi Satreskrim Polrestabes Medan. “Tidak ada saya ditahan,” tegas Fauzi lagi. Kepada pihak kepolisian Fauzi telah menyampaikan bahwa dia adalah perwakilan Kedubes Rusia di Sumatera Utara.

BACA JUGA:  Kasus Pemukulan dan Pengeroyokan Wartawan, Ketua PWI Madina Tegaskan tak Ada Unsur Pemerasan

“Tidak lama setelah sopir saya dilepaskan, mereka (penyidik) meminta keterangan dan saya jawab apa adanya. Mereka menanyakan apakah saya perwakilan Kedubes Rusia di Medan, saya jawab iya. Ini juga kepada kawan-kawan wartawan saya katakan iya,” ungkapnya.

Fauzi yang juga direktur PT Sumatera Siberia Kompania penyedia layanan Swab itu juga menjelaskan perihal tuduhan menggunakan plat korps diplomatik palsu milik Konsulat Rusia. Dia mengaku tengah pengurusan administrasi plat tersbut di ditlantas.

Fauzi menerangkan plat itu bukan palsu, namun plat bekas yang ada di kantor dan dibaguskan lagi.

“Saya tidak ada maksud selama menggunakan plat itu. Tidak pernah dipakai untuk melanggar hukum. Kejadian ini merusak nama baik saya. Yang pertama saya tidak ditahan dan bukan gadungan. Saya perwakilan resmi Konsulat Rusia di Medan,” pungkasnya. (OM/nta)

 

Komentar

News Feed