oleh

Menyimak Indikasi Kepedulian Pj Gubsu terhadap Kependidikan di Sumut

Menyimak Indikasi Kepedulian Pj Gubsu terhadap Kependidikan di Sumut

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Ada suatu indikasi yang patut disimak setelah dua pekan lebih Dr Hassanudin menjalankan amanah selaku Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) setelah dilantik oleh Mendagri 5 September 2023.

Dari beberapa indikator, meski belum berdasarkan parameter maupun metode analisis ilmiah, namun kecenderungan ke arah tertentu sudah bisa disimak secara positip.

Indikator dimaksud memberikan gambaran awal bahwa Pj Gubsu Dr Hassanudin memiliki kepedulian khusus terhadap kemajuan kependidikan di Sumut, khususnya kependidikan SMK.

Dalam dua pekan setelah dilantik menggantikan Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah, Hassanudin yang pernah menjabat Pangdam I/BB ini setidaknya tercatat sudah tiga kali bereaksi cepat merespon fenomena yang berhubungan dengan dunia pendidikan.

Teraktual, begitu mengetahui adanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terklasifikasi khusus yakni SMK Peternakan sudah siap digunakan, Pj Gubsu langaung respon dan berangkat ke Kabupaten Langkat meresmikan sekolah tersebut.

Didampingi Kadis Pendidikan Sumut Dr H Asren Nasuition MA dan bersama Plt Bupati Langkat Syah Afandin, Selasa (19/9) Pj Gubsu dengan semangat meresmikan SMK Peternakan Yayasan Pembangunan Pendidikan (YPP) Prof Dr Mohd Hatta di Stabat Baru, Stabat.

Kehadiran Pj Gubsu pada peresmian tentu tidak sekedar dipandang sebagai seremonial atau kegiatan rutin belaka. Namun di situ ada tampak reaksi dan respon beliau terhadap hal yang lebih strategis mengingat SMK ini merupakan sekolah khusus.

Dengan kata lain hal ini memberi gambaran bahwa Pj Gubsu berkomitmen mengembangkan lebih luas potensi SMK-SMK Kekhususan di setiap kabupaten dan kota di Sumut sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah masing-masing.

Di sini, mengingat kawasan di sekitar Kabupaten Langkat memiliki sejarah peternak yang baik maka kehadiran SMK Peternakan memiliki nilai strategis.

Tidak berlebihan jika dikatakan Pj Gubsu memiliki indikasi kejelian terhadap pengembangan pendidikan SMK berkatakter khusus sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:  Sistim Tatap Muka Sekolah di Kabupaten Batubara dengan 3M dan Prokes

Informasi yang diperileh masyarakat di sini dulunya mata pencahariannya beternak dan sekarang banyak yang sudah tidak aktif, mereka secara alami merupakan peternak, tetapi tradisional karena itu agak lambat, sehingga diharapkan ke depan kehadiran SMK Peternakan ini membentuk tenaga ahli untuk membimbing masyarakat.

[SMKN Boarding]

Kemudian indikator lainnya tentang kepedulian Pj Gubsu terhadap kependidikan SMK tergambar saat beliau mengarahkan Kadis Pendidikan Sumut Dr H Asren Nasution MA meninjau langsung keberadaan SMKN Jateng Boarding Full di Semarang pekan lalu.

Atas arahan Pj Gubsu, Kadis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Dr H Asren Nasution MA, Sabtu (16/9) mengunjungi SMKN Jateng di Semarang.

Pj Gubernur sendiri mendorong Kadis Pendidikan Sumut mengunjungi SMKN milik Pempov Jawa Tengah (Jateng) tersebut karena tergugah melihat kunjungan Presiden Jokowi ke SMKN dimaksud.

Lalu, apa sebenarnya kelebihan SMKN ini sehingga Presiden Jokowi memberi apresiasi dan berharap program seperti ini ada di setiap propinsi di Indonesia ?

Ternyata benar. Program yang diterapkan di SMKN Jateng ini patut disimak. Secara garis besar intinya, SMKN ini merupakan program full boarding. Artinya semua siswa yang berhasil lukus diterima di sekolah ini akan dapat mengenyam pendidikan secara gratis.

Selain itu SMKN Jateng yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemprov Jateng ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu. Di sini berlaku prinsip Input siswa Miskin diutamakan, bukan prestasi yang diutamakan.

Itulah sebabnya Kadis Pendidikan Sumut yang langsung diterima kepala sekolah dan wakil serta para guru dan sejumlah siswa di sana mengaku terkesan atas program Full Boarding dan Semi Boarding ini.

Apalagi siswa SMKN Jateng Full Boarding Semarang ini tidak dipungut biaya melainkan sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Jateng termasuk perlengkapan sepatu, baju seragam dan juga makan mereka.

SMKN Jateng ini juga sudah di-link-kan dengan industri dan ada juga kursus bahasa Jepang untuk memperoleh beasiswa para siswa dari Jepang dan lainnya.

BACA JUGA:  Sinergi Dua Anak Perusahaan BUMN Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia

Jadi jelas bahwa ini merupakan program pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yakni mengadakan layanan pendidikan gratis SMKN Jateng (Full Boarding) dan SMKN Semi Boarding.

Program sekolah gratis pengentasan kemiskinan full boarding di Jawa Tengah yaitu SMKN Jateng di Semarang, SMKN Jateng di Pati dan SMKN Jateng di Purbalingga.

Selain itu ada 15 SMKN Semi Boarding yakni pendiriannya menginduk di SMK Negeri yang sudah ada. Pemerintah membangun sarana pendukung asrama siswa di 15 SMK yang tersebar di 15 kabupaten. Setiap SMK menerima daya tampung 30 siswa tiap tahun, sisanya diisi oleh siswa regular di tiap SMK tersebut.

Selanjutnya kepedulian juga diberikan Pj Gubsu terhadap salah seorang siswa SMK Anak Sei Rampah Pratama Amni Syahnanda siswa SMKN 1 Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai Sumut berhasil memborong tiga medali sekaligus pada 02SN SMK tingkat Nasional Cabang Renang di Kolam Renang Bulungan Jakarta Kamis (14/9)

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Dr H Asren Nasution MA menjawab wartawan, Kamis (14/9) sore bersyukur dan memberi apresiasi atas prestasi yang terukir pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tersebut.

Dikemukakannya Pj Gubsu Hassanudin melalui Dinas Pendidikan Sumut akan memberi apresiasi kepada siswa berprestasi pada O2SN ini.

“Pratama Amni Syahnanda memperoleh medali emas renang 50 meter gaya bebas dan 100 meter gaya bebas serta perak 50 meter gaya kupu-kupu,” jelas Kadis.

Prestasi ini katanya tentu membawa prestise tidak hanya bagi atlit siswa melainkan juga berdampak positif bagi keluarga . “Nama baik sekolah tentu juga naik dan rekan sejawat peserta didik secara umum,” ujarnya.

Di sisi lain lanjutnya keberhasilan atlit pelajar ini merupakan sinyal bahwa Sumut siap bertarung menghadapi PON XXI tahun 2024. Bibit potensial banyak di sekolah-sekolah di pelosok desa di Sumatera Utara. “Kita tinggal mengasah mereka untuk menjadi atlit nasional pada masanya,” ujar Kadis.

BACA JUGA:  Gubsu Sebut Banyak Inginkan Dirinya Masuk Penjara

[POTENSI]

Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Dr Hassanudin potensi pendidikan ini akan menjadi investasi besar ke depannya. Dia merasa SMK memiliki potensi yang besar untuk menjawab tantangan generasi saat ini di masa depan.

“Pendidikan merupakan investasi besar, apalagi ini lebih khusus ke peternakan, mempersiapkan anak-anak kita untuk menjawab tantangan masa depan yang lebih besar,” kata Hassanudin.

Pj Gubsu Hassanudin berharap SMK Peternakan ini menjadi pilot project untuk sekolah-sekolah peternakan di Sumut.

“Kita boleh meniru, istilahnya ATM (amati, tiru, modifikasi) menyelaraskan dengan ekologi wilayah kita, potensi kita dan lingkungan kita serta melibatkan komponen lain, swasta, masyarakat, atau lembaga lainnya, saya harap ini menjadi pilot project di Sumut,” kata Hassanudin.

Sementara itu, Mohammad Hatta selaku Pembina SMK tersebut mengatakan Pemprov Sumut punya andil besar dalam pembangunan gedung dan fasilitas sekolah ini. Dia berharap ini menjadi sekolah percontohan SMK ternak Sumut dan sukses mencetak ahli-ahli peternakan.

“Gedung dan fasilitasnya merupakan hibah dari Pemprov Sumut, termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) gratis untuk kaum duafa yang ada di sebelahnya. Kita ingin SMK ini menjadi percontohan dan sukses ke depannya,” kata Mohammad Hatta.

Tentang SMK Peternakan Plt Bupati Langkat Syah Afandin menambahkan daerahnya per 3 bulan ada 18 juta ekor ayam yang keluar masuk Kabupaten Langkat. Selain itu, ada juga investor yang akan membuat perkebunan jagung 400 Ha dan pabrik pakan ternak.

“Banyak toke besar ayam di sini, ada juga investor yang akan membuka kebun jagung 400 Ha sekalian pabriknya, pabrik pakan ternak, ini menandakan peternakan di Langkat memang besar dan punya potensi luar biasa,” kata Syah Affandin (Penulis Wartawan Senior bertugas di Pemprovsu)

News Feed