oleh

Ilyas Sitorus : SKB 4 Menteri Topik Diskusi Kelompok Terpumpun

BATUBARA – Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dam DIKMEN melakukan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) terkait pelaksanaan SKB 4 Menteri yang implementasinya berbeda-beda di daerah terkait panduan penyelenggaraan pembelajaran masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus kepada Awak media usai mengikuti Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) melalui Vertual/Aplikasi Zoom Meeting di Pendopo Bupati Tanjung Gading Sei. Suka Kabupaten Batu Bara, 15/10/20.

Mantan Kepala Biro Humas Protokol Pemprovsu ini mengatakan banyak hal yang didiskusikan terkait agenda evaluasi Pelaksanaan SKB 4 Menteri Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 diantaranya daerah yang sudah berzona hijau dan kuning belum semua yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, sementara ada beberapa daerah yang di zona orange dan merah melaksanakan pembelajaran tatap muka tetapi tetap mengikuti Protokol Kesehatan Dalam Bidang Pendidikan seperti  Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, termasuk pembahasan terkait Bantuan Paket Kuota Internet Gratis hasil kerjasama Kemdikbud dengan Jasa Telekomunikasi juga mendiskusikan Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR), papar Ilyas.

BACA JUGA:  Sinergi Kemanusiaan: Gerindra Sumut dan Yayasan Hati Emas Salurkan Bantuan ke Daerah Terdampak Bencana

Ilyas juga menyampaikan bahwa jika PJJ/BDR ini semakin lama maka akan bisa berakibat buruk kepada kelangsungan generasi bangsa, anak-anak bukan hanya kehilangan pembelajarannya juga bisa kehilangan karakternya yang bukan tidak mungkin akan mengakibatkan jumlah anak putus sekolah dengan berbagai alasan akan bertambah terangnya.

Bisa saja karena anak ikut bekerja membantu meringankan beban ekonomi keluarga karena kondisi PJJ tidak optimal yang juga bisa mengakibatkan persepsi orang tua berubah dalam peran sekolah dalam proses pembelajaran yang tidak optimal.

BACA JUGA:  Polemik Lahan Eks HGU PTPN II, GMKI: Negara Harus Berantas Mafia Tanah

Karenanya, ancaman putus sekolah semakin nyata. Belum lagi Sekolah Swasta yang pembiayaannya banyak dari peserta didik juga akan semakin terganggu, sebut Ncekli Safaan akrab Kadisdik Batu Bara ini.

Memang Keselamatan dan Kesehatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat tetap merupakan prioritas dan tetap menjadi perhatian pemerintah dalam menetapkan kebijakan pembelajaran di masa pandemi ini, sambung Ilyas. (R/intipos)

Komentar

News Feed