oleh

Masjid Agung Medan Catat Rekor Baru 4.363 Jamaah Iktikaf, Yuslin Siregar Sampaikan Permohonan Maaf Jika Layanan Belum Optimal

Masjid Agung Medan Catat Rekor Baru 4.363 Jamaah Iktikaf, Yuslin Siregar Sampaikan Permohonan Maaf Jika Layanan Belum Optimal

MEDAN — Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru dalam pelaksanaan ibadah iktikaf pada malam ke-25 Ramadan 1447 H, Sabtu malam hingga Minggu dinihari (14–15/3/2026).

Sebanyak 4.363 jamaah memadati masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu, menjadikannya jumlah terbanyak sepanjang pelaksanaan iktikaf di masjid yang megah dan hampir rampung pembangunannya tersebut.

Jumlah itu bahkan hampir menyamai akumulasi total jamaah iktikaf sepanjang empat malam pada Ramadan tahun 2025, yang kala itu tercatat sekitar 4.500 jamaah.

Namun kali ini, lebih dari empat ribu jamaah hadir dalam satu malam sekaligus, sebuah capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, H. Yuslin Siregar, menyampaikan rasa syukur sekaligus kerendahan hati atas antusiasme umat yang begitu besar memakmurkan masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat semangat jamaah yang luar biasa untuk beriktikaf. Namun kami juga menyadari jumlah yang hadir malam ini jauh di luar perkiraan kami. Jika dalam suasana yang sangat padat ini ada jamaah yang merasa pelayanan belum optimal, kami dengan segala kerendahan hati memohon maaf,” ujarnya.

BACA JUGA:  Rutan Kelas IIB Sibuhuan Kanwil Kemenkumham Sumut Beri Arahan WBP

Menurut Yuslin, pihak kenaziran sebenarnya telah memperhitungkan adanya peningkatan jumlah jamaah dibandingkan malam-malam sebelumnya.

Namun jumlah yang mencapai lebih dari 4.300 orang dalam satu malam tetap berada di luar ekspektasi.

Kepadatan jamaah terlihat di seluruh bagian masjid. Lantai satu atau ruang utama ibadah dipenuhi jamaah laki-laki, bahkan meluber hingga ke teras di sisi kanan, kiri, dan bagian depan masjid.

Sementara itu lantai dua dan lantai tiga sepenuhnya dipadati jamaah perempuan.

Kondisi tersebut membuat jamaah yang sudah mendapatkan posisi di tengah ruangan praktis tidak dapat bergerak keluar karena seluruh sisi ruangan telah dipenuhi jamaah lain.

Meski demikian, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung tertib dan khusyuk.

Fenomena menarik pada malam itu adalah semakin banyak jamaah yang memulai iktikaf sejak usai salat Tarawih dan Witir.

BACA JUGA:  Ini Paparan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Terkait Kronologi Insiden Keracunan di WKP PT SMGP

Banyak di antara mereka memilih langsung berdiam diri di dalam masjid untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, atau melaksanakan salat sunah secara pribadi.

Menjelang pelaksanaan zikir berjamaah sekitar pukul 23.00 WIB, jumlah jamaah diperkirakan telah mencapai sekitar 1.500 orang, kemudian terus bertambah hingga melampaui 4.000 orang menjelang pelaksanaan salat Tahajud.

Rangkaian ibadah malam dipimpin oleh Imam Masjid Agung Medan, Al Ustadz Al Hafizh H. Irham Taufik, S.Pd.I., M.Si., yang juga pengasuh Ma’had Tahfizhil Qur’an Daarut Taufiq Medan, didampingi muazin Ustadz Muhammad Fadli.

Dalam tausiyah singkatnya, Ustadz Irham mengingatkan jamaah tentang keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan yang menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Setelah ceramah singkat, jamaah mengikuti zikir dan doa berjamaah yang berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB, sebelum dilanjutkan dengan salat Tahajud berjamaah. Dalam keheningan malam yang penuh kekhusyukan, ribuan jamaah tampak larut dalam munajat, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.

BACA JUGA:  Polres Tanjungbalai Gelar Peringatan Isra’ Miraj 1443 H

Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan sahur bersama menjelang waktu imsak. Para jamaah menikmati nasi bungkus yang disiapkan oleh kenaziran masjid dengan dukungan para donatur.

Dalam doa yang dipimpin imam, jamaah juga memanjatkan doa khusus bagi para dermawan yang telah berkontribusi mendukung kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan. Mereka antara lain Haji Musa Idishah (Dodi Anif), Indra Utama, Teuku Soelaiman, Haji Yuslin Siregar, Dzulmi Eldin, Suhardi Aroma, Zulhefy Garuda, Aldi Subartono, Muslim Siregar, Chandra Lubis, dan Azis Balatif, sementara keluarga almarhum Raja Inal Siregar turut memberikan donasi air mineral bagi jamaah.

Malam ke-25 Ramadan itu pun menjadi gambaran nyata bagaimana Masjid Agung Medan bukan hanya berdiri sebagai bangunan megah, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan umat—tempat ribuan orang berkumpul dalam satu tujuan yang sama: mencari ridha Allah SWT di malam-malam terbaik bulan suci Ramadan

News Feed