oleh

Mulai Bulan Depan, Beli Mobil Baru Dibawah 1.500 cc Lebih Murah

NASIONAL – Beli mobil baru harga murah, kenapa tidak? Ya, kini pemerintah menyetujui relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sektor otomotif selama tahun 2021 khusus mobil dibawah 1500 cc.

Rencananya kebijakan ini berlaku sejak Maret 2021 dalam rangka memulihkan sektor otomotif yang terpuruk sangat dalam selama pandemi.

Beli Mobil Baru Lebih Murah Sejak Maret

Hal ini bagian dari revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah

BACA JUGA:  Skandal DAK Labura, Mantan Anggota DPR Irgan Chairul dan Wabendum PPP Digelar di Pengadilan Tipikor Medan

“Sudah disetujui oleh Bapak Presiden dalam Ratas tadi pagi,” kata Menperin Agus Gumiwang kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/2/2020).

Agus mengatakan skema relaksasi PPnBM dengan skenario PPnBM 0% (Maret-Mei), PPnBM 50% (Juni-Agustus), dan 25% (September-November).

“Benar, dan untuk CC di bawah 1500 dan Produksi Nasional,” kata Agus.

Sementara itu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, relaksasi akan dilakukan secara bertahap. Relaksasi PPnBM diusulkan untuk dilakukan sepanjang tahun 2021, dengan skenario PPnBM 0% (Maret-Mei), PPnBM 50% (Juni-Agustus) dan 25% (September-November).

BACA JUGA:  Wagub Musa Terima Penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2020

Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Adanya relaksasi ini, estimasi terhadap penambahan output industri otomotif akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun (dari mobil baru).

“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun,” ungkap Menko Airlangga.

BACA JUGA:  71 Hari Menjabat Pjs Bupati Madina, Ir H Dahler Lubis Selesaikan Tugas Dengan Baik

Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Airlangga menambahkan, dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif dinilai memiliki keterkaitan dengan industri lainnya (industri pendukung), di mana industri bahan baku berkontribusi sekitar 59% dalam industri otomotif.

“Industri pendukung otomotif sendiri menyumbang,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed