Saatnya Ferry Buktikan Kepercayaan Bobby Nasution; PRSU ke-50 Dibuka
Oleh Ir Zulfikar Tanjung
Ketika Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara H Surya, Jumat (3/6/26) sesungguhnya yang dimulai bukan hanya rangkaian pesta rakyat selama sebulan ke depan.
Bersamaan dengan itu, dimulai pula ujian sesungguhnya bagi penyelenggara untuk membuktikan bahwa harapan besar yang selama ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kepada publik bukan sekadar slogan, melainkan dapat diwujudkan dalam sebuah karya yang dirasakan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan pesan Gubernur agar PRSU tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi mampu menggerakkan perekonomian daerah, memperkuat promosi potensi kabupaten dan kota, memberi ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM, serta menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.
Penekanan itu menunjukkan bahwa pemerintah memandang PRSU bukan sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan instrumen pembangunan yang harus menghasilkan manfaat nyata.
Di sinilah perhatian publik kemudian mengarah kepada Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, Ferry Indra. Sebagai penanggung jawab penyelenggaraan, ia kini memasuki fase yang berbeda.
Bila sebelumnya publik mendengar berbagai rencana, konsep, dan target yang dipaparkan, maka setelah pembukaan resmi ini ukuran keberhasilan mulai bergeser kepada hasil yang benar-benar tampak di lapangan.
Perubahan fase ini penting. Sebab ekspektasi terhadap PRSU ke-50 sesungguhnya telah dibangun jauh sebelum pintu arena dibuka.
*(Citra Bobby)*
Gubernur Bobby Nasution beberapa kali menyampaikan keinginannya agar PRSU tampil lebih modern, lebih kreatif, lebih menarik, dan mampu mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap pesta rakyat terbesar di Sumatera Utara.
Pernyataan itu telah membentuk harapan publik, sehingga penyelenggaraan PRSU kini tidak lagi dinilai sebatas kelancaran acara, tetapi juga dari kemampuannya menerjemahkan visi tersebut menjadi kenyataan.
Dalam perspektif itulah Ferry Indra sesungguhnya tidak hanya sedang menyelenggarakan sebuah event. Ia sedang memikul kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menghadirkan wajah baru PRSU.
Keberhasilan menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat akan memperkuat keyakinan publik bahwa arah pembaruan yang diinginkan pemerintah memang dapat diwujudkan.
Sebaliknya, apabila penyelenggaraan berjalan tanpa pembeda yang berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya, pertanyaan publik sangat mungkin tidak berhenti pada aspek teknis penyelenggaraan, melainkan mengarah pada sejauh mana harapan yang telah disampaikan kepada masyarakat benar-benar terealisasi.
Karena itu, PRSU ke-50 memiliki makna yang melampaui sebuah perayaan ulang tahun emas. Ia menjadi panggung pembuktian bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada penyelenggara dapat dijawab dengan kerja, inovasi, dan kualitas pelaksanaan.
Di saat yang sama, hasil penyelenggaraan ini juga akan ikut membentuk persepsi publik terhadap kemampuan pemerintah menghadirkan program yang sesuai dengan ekspektasi yang telah dibangun.
Masih ada hari-hari penyelenggaraan yang akan menjadi penilaian publik. Jumlah pengunjung, kualitas pelayanan, antusiasme masyarakat, keterlibatan UMKM, hingga kesan yang dibawa pulang setiap pengunjung akan menjadi ukuran yang jauh lebih bermakna daripada seremoni pembukaan.
Di sanalah keberhasilan atau kekurangan PRSU akan menemukan penilaiannya sendiri.
Pembukaan telah dilakukan. Sorotan kini bergeser dari panggung seremoni menuju panggung pembuktian. Dan pada titik itulah Ferry Indra memegang peran penting: membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan Gubernur Bobby Nasution dapat diterjemahkan menjadi PRSU yang benar-benar meninggalkan jejak positif bagi masyarakat Sumatera Utara sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap arah kepemimpinan pemerintah provinsi (*penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers*)











