oleh

Tegakkan Salat Manifestasi Keimanan, Khutbah Jumat di Masjid Nurul Hidayah

Al ustad Mutadi mengatakan “Marilah kita selalu memelihara ketakwaan kepada Allah SWT, dan marilah kita selalu berusaha menjaga salat, baik salat yang wajib maupun yang sunnah.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan yang begitu banyak untuk kita, terutama nikmat Islam dan nikmat iman. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW kepada keluarga, sahabat, serta pengikutnya hingga akhir zaman.

Salat merupakan salah satu rukun Islam. Oleh karenanya, orang yang tidak mau melaksanakan salat, seolah ia tidak beragama dan tidak memiliki bagian yang dapat diharapkan dalam Islam.

Menegakkan salat merupakan manifestasi keimanan seseorang. Sebaliknya, meninggalkan shalat merupakan bukti yang nyata kekufuran seseorang. Barangsiapa menjaga shalatnya, maka ia akan memiliki cahaya di hatinya, cahaya di wajahnya, cahaya di alam kuburnya dan cahaya tatkala dibangkitkan dari kuburnya. Ia akan mendapatkan keberuntungan pada hari kiamat, dan iapun akan dikumpulkan bersama orang-orang yang diberi kenikmatan oleh Allah SWT dari kalangan para nabi, shiddiqin, para syuhada’ dan orang-orang shalih.

BACA JUGA:  Bupati Lampura: ASN Disiplin Kinerja Terukur

Ketahuilah, pertama kali amal yang akan dihisab oleh Allah SWT pada hari kiamat kelak ialah salat. Apabila salat kita baik, maka baiklah seluruh amalan kita. Akan tetapi, apabila salat kita rusak, maka rusaklah seluruh amalan kita.

Oleh karena itu janganlah menunda-nunda dalam mendirikan shalat, apalagi tatkala kita mempunyai kelonggaran. Ingatlah selalu kepada Allah SWT ketika waktu luang, niscaya Allah SWT akan mengingat kita saat dalam kesempitan. Barangsiapa melupakan Allah SWT, maka Allah juga akan melupakannya. Barangsiapa menyia-nyiakan urusan Allah , maka Allah juga akan menyia-nyiakan urusan orang tersebut.

BACA JUGA:  Wagub Sumut Musa Rajekshah Terima Penghargaan Lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan

Adakah di antara kita yang merasa aman dan merasa masih jauh dari kematian, sehingga ia berkata “nanti saja untuk bertaubat”. Yaitu, setelah merasa dekat dengan kematian, barulah bertaubat dan melaksanakan shalat?! Padahal setiap hari kita selalu khawatir apabila sewaktu-waktu kematian datang menjemput, pagi atau sore. Maut akan datang tiba-tiba, sementara kita tidak menyadarinya.

Lalu, setelah kematian, apa yang akan terjadi? Sungguh, tidak ada lagi kesempatan untuk beramal. Yang ada hanyalah pemberian pembalasan terhadap setiap perbuatan yang telah kita kerjakan.

Oleh karena itu, sepantasnya kita segera bertaubat, mentaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.

Salah satu kewajiban dalam mengerjakan shalat ialah melaksanakannya di masjid dengan berjamaah.

Melaksanakan shalat berjamaah di masjid merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi. Orang yang mengerjakan shalat bersama jamaah, berarti ia telah menunaikan kewajiban yang telah diperintahkan Allah SWT. Sedangkan orang yang tidak shalat berjamaah tanpa adanya faktor atau udzur yang dibenarkan syariat, berarti ia telah bermaksiat kepada Allah SWT dan telah membahayakan dirinya sendiri. sebagian ulama mengatakan, barang siapa meninggalkan shalat berjamaah tanpa udzur, maka shalatnya tidak sah. Demikian juga dikatakan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dari riwayat Imam Ahmad.

BACA JUGA:  Rio Ferdinand Sanjung Cristiano Ronaldo Usai Cetak 101 Gol untuk Portugal

Barang siapa menunaikan shalat dengan berjamaah, sungguh ia telah mengumpulkan pahala. Karena shalat dengan berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendiri, pahalanya 27 derajat dibandingkan shalat sendiri. Barang siapa yang meninggalkan shalat berjamaah tanpa adanya udzur, tetapi hanya karena malas atau lalai, maka hal ini termasuk perbuatan dosa. (AP)

Komentar

News Feed