oleh

Pemusik Sumatera Utara Curhat, Tak Ada Perhatian Pemerintah

MEDAN | Okemedan. Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak sektor terdampak. Diantaranya adalah para pekerja musik yang selama ini ditanggap mengisi event, kafe, hotel dan tempat hiburan malam. Sejak sekitar Maret 2020 lalu, hingga kini, sebagian besar pekerja musik di Sumatera Utara kehilangan mata pencariannya. Panggung reguler dihentikan, long trip apalagi. Ketika ada pelonggaran, event pun terbatas. Tak semua  anak band -sebutlah begitu- menikmati rezeki seperti sebelum Covid meluluh negeri.

BACA JUGA:  Korban Tabrak Lari, Pengendara Sepmor di Simalungun Tewas Digilas Truk

Ketua Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) DPW Sumatera Utara, Rahmat Kurnia mengakui kondisi itu. “Sejak ada Covid, banyak penyanyi dan pemusik Sumut kehilangan pekerjaan, Yang regular, misalnya, diputus behenti kerja, yang even ditunda atau batal, ” ungkapnya di Kantin Erni, Jalan Asrama ,Teladan Medan, Jumat sore (6/2) di sela acara Live Streaming Solidaritas SPMI Sumut. Ia didampingi Sekretaris Riza Aulia (Poster Band), Ira Chairani (vokalis Dynamic band) serta Korbid Pemerintah dan kelembagaan Julisya Fitra (D`Wonders band). Acara berlangsung mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Dia menyebutkan, kondisi itu benar benar membuat pekerja musik terpukul. Seperti banyak profesi lain, pekerja musikpun terpaksa dengan berbagai cara mempertahankan roda perekenomian rumahtangganya.  Selengkapnya di https://okemedan.com/

Komentar

News Feed