Kondisi ini banyak terlihat di di kedai-kedai yang ada di Lubukpakam Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.
Amatan penulis, kedai-kedai yang menjual minyak tanah banyak tersebar di Lubukpakam. Hal ini disebabkan karena minat warga untuk membeli minyak tanah pun masih tinggi.
Rizky, salah seorang pedagang minyak tanah mengatakan stok minyak tanah dari pangkalan masih banyak, sehingga pedagang tidak kesulitan untuk mencari minyak tanah dari pangkalan.
“Kalau minyak tanah ini selalu ada aja nya yang minat, masih banyak warga yang mencari, dan kalau stok kami tidak khawatir, karena selalu ada aja yang menawarkan ke warung-warung para penjual minyak tanah yang diambilnya dari pangkalan,” ucapnya.
Ia menambahkan pedagang meraup keuntungan besar dari hasil menjual minyak tanah, karena permintaan konsumen yang tidak pernah surut.
Takut Meledak
Susilawati, pembeli minyak lampu yang juga penjual warung nasi soto mengatakan lebih memilih minyak tanah ketimbang gas tabung.
“Saya takut untuk memakai gas tabung ini, karena susah memasangnya, dan takut kalau selangnya mengalami kebocoran, jadinya saya lebih memilih minyak lampu,” katanya.
Ia menuturkan walaupun minyak lampu lebih boros dari gas tabung, ia rela memilih minyak tanah karena lebih minim mengalami kerusakan atau kebocoran yang dapat mengakibatkan ledakan.
Pengirim: Muhammad Wahyu












Komentar