oleh

Dosen UMN Al Washliyah Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

MEDAN – realitasonline.id | Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Sutikno SPd MPd PhD CIQaR mengimbau warga agar bijak dalam bermedia sosial (medsos).

“Jangan asal sembarang share dan memberikan komentar atas suatu peristiwa yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” kata Sutikno usai melakukan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Kamis (24/12/2020).

PKM yang dilaksanakan pada Selasa (22/12/2020) itu mengangkat tema “Literasi Bahaya Hoax Digital” yang memiliki banyak pasal karet, dan jika tidak berhati-hati bisa terjerumus pada perbuatan pidana.

BACA JUGA:  Lagi, Jalan Pantai Cermin-Perbaungan Telan Korban

Sutikno mengatakan dalam era digital, penyebaran berita hoax digital semakin merajalela.

Hal ini jika tidak dibatasi akan menjadikan situasi keadaan semakin tak terkendali, sebutnya.

Oleh sebab itu kata Sutikno, penerangan bahaya literasi hoax digital perlu disampaikan kepada masyarakat.

“Jadi tujuan PKM yang mengangkat tema ini diharapkan agar warga lebih paham apa yang dishare atau dibagikan dan mana yang berdampak pidana,” jelas Sutikno.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Launching Kesawan City Walk dan E-Parking

Tak dipungkiri terkadang masyarakat awam dan ikut-ikutan latah men-share berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, apakah itu di grup WhatsApp, atau Facebook, tweeter maupun IG, sebutnya seraya menambahkan bahwa Hoax Digital bisa saja berupa berita, komentar, video, foto, dan lainnya.

Sekali lagi, kata Sutikno, masyarakat diingatkan untuk bijak dalam bermedia sosial.

BACA JUGA:  Sariati Terkelin Brahmana Silaturahmi dengan Ketua PKK Medan Kahiyang Ayu

Untuk diketahui PKM di Kelurahan Tualang itu dihadiri Lurah Tualang, Prayitno SH, kepala lingkungan, Tim Pengerak PKK, kader penggerak masyarakat, organisasi kepemudaan Karang Taruna, lembaga mitra kelurahan yakni LPMK, pemuka masyarakat dan tokoh agama antara lain al ustad Sutikno dan ustad Arfanuddin. (AY)

Komentar

News Feed