oleh

Gibson Panjaitan Gerak Cepat Jawab Perintah Bobby Nasution, Misteri Air Merembes di SMAN 13 Terungkap

Gibson Panjaitan Gerak Cepat Jawab Perintah Bobby Nasution, Misteri Air Merembes di SMAN 13 Terungkap

MEDAN – Perintah langsung Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut, Gibson Panjaitan, untuk menuntaskan persoalan Banjir di SMA Negeri 13 Medan langsung mendapat respons cepat.

Tidak menunggu persoalan berkembang menjadi keluhan berkepanjangan, Gibson segera mengoordinasikan jajaran terkait, melibatkan tim teknis dan tenaga ahli, kemudian turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan.

Respons tersebut memperlihatkan kesigapan sekaligus keseriusan Gibson menerjemahkan instruksi gubernur menjadi pekerjaan nyata. Terlebih, persoalan yang harus dipecahkan bukan genangan biasa, melainkan rembesan air yang muncul dari bawah lantai ruang kelas ketika hujan turun.

BACA JUGA:  Perkara ITE Ketua KAMI Medan Alot, Ahli Bahasa: Istilah ‘Wereng Coklat’ Saat Demo Ditujukan ke Polri

Persoalan ini sebelumnya disampaikan langsung oleh pelajar SMA Negeri 13 Medan kepada Bobby dalam kegiatan Teras Pelajar Sumut Berkah, Jumat (23/10/2026).

(*Tidak Sekadar Meninjau, tetapi Menelusuri Sumber Masalah)*

Selama beberapa hari, tim Gibson melakukan pemeriksaan dan penelitian teknis secara intensif di lingkungan SMA Negeri 13 Medan yang berada di kawasan Medan Johor dan berkaitan dengan keberadaan kanal.

Penelusuran dilakukan secara menyeluruh. Tim tidak hanya memeriksa kondisi drainase, tetapi juga membongkar dan menelusuri jalur aliran air, mulai dari kanal, lingkungan sekitar, hingga bagian-bagian yang diduga menjadi jalur masuknya air ke bangunan sekolah.

Langkah ini penting karena secara teknis sumber persoalan harus ditemukan terlebih dahulu sebelum menentukan solusi permanen.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, pada Rabu (28/10/2026), tim akhirnya menemukan persoalan teknis yang menjadi penyebab rembesan air tersebut.

BACA JUGA:  Banjir di Humbahas Diduga Akibat Alih Lahan, Pemerintah-Swasta Diminta Tanggung Jawab

Dengan ditemukannya sumber masalah, penanganan diharapkan dapat mencegah air kembali masuk dan menggenangi ruang kelas.

Meski demikian, hasil pekerjaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemantauan lanjutan, terutama ketika hujan kembali turun. Tim juga perlu memastikan bahwa tidak ada lagi rembesan dari bawah lantai yang mengganggu kegiatan belajar mengajar.

*(Loyalitas Dibuktikan dengan Tindakan)*

Respons Gibson memberikan gambaran positif mengenai pentingnya kecepatan birokrasi dalam menjalankan instruksi pimpinan.

Ketika gubernur menerima aspirasi masyarakat dan memberikan perintah langsung, pejabat pelaksana dituntut tidak sekadar menyatakan kesanggupan. Yang lebih penting adalah segera bekerja, mengerahkan kemampuan organisasi, dan memastikan persoalan memperoleh penyelesaian.

BACA JUGA:  Petisi Copot Moeldoko ‘Bergema’ dari Lapangan Merdeka Medan

Dalam konteks ini, Gibson memperlihatkan sikap tanggap dan kepatuhan terhadap arahan gubernur. Namun, ukuran keberhasilannya tentu bukan semata-mata kecepatan bergerak, melainkan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Kita berharap temuan teknis tersebut menjadi awal penyelesaian tuntas persoalan Banjir di SMA Negeri 13 Medan.

Sebab, perintah Bobby Nasution pada hakikatnya bukan sekadar instruksi kepada seorang kepala dinas. Ada kepentingan ratusan pelajar yang harus dilindungi agar dapat belajar dengan aman dan nyaman.

Pada akhirnya, loyalitas birokrasi yang paling bernilai adalah loyalitas yang menghasilkan pelayanan. Dan Gibson kini memiliki kesempatan membuktikannya: memastikan ketika hujan kembali turun, ruang kelas SMA Negeri 13 Medan tetap kering dan kegiatan belajar tidak lagi terganggu. *(zulfikar tanjumg)*

News Feed