oleh

Khutbah Jumat di Masjid Agung Medan: Senator Dedi Iskandar Serukan Persatuan Umat di Tengah Perbedaan

Khutbah Jumat di Masjid Agung Medan: Senator Dedi Iskandar Serukan Persatuan Umat di Tengah Perbedaan

Medan — Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Agung Sumatera Utara Medan, Jumat (6/3/2026).

Ribuan jamaah termaauk Sekretaris Badan Kenaziran H Yuslin Siregar, H Indra Utama, H Donald Sidabalok dan lainnya memadati ruang utama hingga pelataran masjid.

Mereka tampak khusyuk menyimak khutbah yang disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Sumatera Utara, Ustadz Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.SP., M.H., CIRBC., CWC.

Dalam khutbahnya, tokoh muda yang juga dikenal sebagai ustadz intelektual populer di Sumatera Utara itu menekankan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam.

BACA JUGA:  Tembus 1.000 Lebih, H. Yuslin Siregar dan H. Suhardi Aroma Sambut Langsung Jamaah Berbuka di Masjid Agung

Menurutnya, perbedaan pandangan, mazhab, maupun sikap terhadap berbagai persoalan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah persatuan umat.

“Perbedaan itu hal yang wajar. Dalam banyak persoalan umat bisa saja memiliki pandangan yang tidak sama. Tetapi persaudaraan dan persatuan sesama umat Islam harus tetap kita jaga dan pelihara,” ujar Dedi Iskandar Batubara. di hadapan ribuan jamaah dengan Imam Ustadz H. M. Syukur Siregar, M.Pd., Al-Hafidz, yang juga Pimpinan Pesantren Tahfidzul Qur’an Alchoiriyah.

Ia mengingatkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia dalam berbagai suku, kelompok, dan latar belakang. Namun tujuan utama dari keberagaman tersebut bukanlah untuk saling mempertentangkan perbedaan, melainkan untuk saling mengenal dan memperkuat persaudaraan.

Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa kekuatan umat sangat bergantung pada kemampuannya menjaga persatuan.

BACA JUGA:  H. Yuslin Siregar Tandai Dimulainya Berbuka Puasa Ramadan 1447 H di Masjid Agung Medan

Umat Islam, kata dia, tidak memiliki pilihan lain jika ingin bangkit dan kuat selain mempererat ukhuwah dan solidaritas.

“Umat ini kalau ingin kuat, ingin bangkit, tidak ada pilihan lain kecuali bersatu. Perbedaan jangan sampai membuat kita terpecah,” katanya.

Khutbah yang disampaikan dengan gaya tenang dan argumentatif itu membuat jamaah tampak menyimak dengan penuh perhatian.

Dedi Iskandar Batubara sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh muda berpengaruh di Sumatera Utara.

Selain aktif sebagai ulama dan intelektual, ia juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara.

Pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu, ia kembali memperoleh kepercayaan besar dari masyarakat untuk duduk di Senayan sebagai anggota DPD RI periode 2024–2029.

BACA JUGA:  Junjung Tradisi Religius: Bupati Batubara H Baharuddin Siagian dan Ny Henny Gelar Doa Arwah dan Yasinan Jelang Pernikahan Putri Tercinta

Dalam penghitungan akhir Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara, Dedi meraih 1.081.487 suara, tertinggi di antara 21 calon anggota DPD RI dari provinsi tersebut, atau sekitar 16,15 persen dari total suara sah.

Perolehan suara itu sekaligus mengantarkannya kembali mewakili Sumatera Utara di parlemen untuk periode ketiga.

Dukungan luas masyarakat dari berbagai kalangan dinilai menjadi cerminan kuatnya kepercayaan publik terhadap kiprah dan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi daerah di tingkat nasional.

Melalui mimbar khutbah Jumat tersebut, Dedi kembali mengingatkan bahwa persatuan umat merupakan fondasi penting dalam menjaga kekuatan masyarakat, sekaligus menjadi pesan moral yang relevan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang

News Feed