oleh

Anak Muda Gapeksindo Sumut Gelar Aksi Moral terkait OTT di Kantor Gubsu “Rasa Malu Not for Sale”

Anak Muda Gapeksindo Sumut Gelar Aksi Moral terkait OTT di Kantor Gubsu “Rasa Malu Not for Sale”

MEDAN— Puluhan anak muda yang tergabung dalam Era Gapeksindo Muda Sumatera Utara menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (3/7/2025), sebagai bentuk keprihatinan atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumut berinisial T.O.P.

Dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Rasa Malu Not for Sale” dan “Tidak Tahu Malu Not for Me,” para pemuda itu menyampaikan pesan moral yang menggugah: anak muda Sumatera Utara tidak boleh kehilangan budi pekerti, rasa malu, dan integritas di tengah maraknya praktik korupsi.

BACA JUGA:  Cuan Puluhan Juta Masuk ke Manajemen SMAN 3 Medan Bersumber Bea Sewa Puluhan Kantin di Aset Negara

Secara bergantian, sejumlah tokoh muda tampil berorasi menyuarakan kekecewaan mereka. Di antaranya adalah Steve Excel A. Korua Tobing, Boni L. Gaol, dan Michael Huber, didampingi para pengusaha muda bidang konstruksi seperti Alex Naibaho, Rizal T, Polin Manurung, Elmer N. K, Gavrilla Nararya, dan Panutan Hutasoit.

“Kami terpukul dan malu. Anak muda yang diberi kepercayaan menjabat sebagai kepala dinas malah mencoreng nama baik generasi muda Sumut. Ini bukan hanya soal hukum, ini masalah moral,” seru Steve Korua dalam orasinya.

Menurut mereka, OTT terhadap pejabat muda seperti TOP menunjukkan bahwa krisis moral telah menyusup ke dalam generasi penerus. Padahal, kata mereka, anak muda seharusnya hadir dengan semangat perubahan, integritas, dan keteladanan.

BACA JUGA:  Telkom Regional 1 Siap Dukung Visi Gubsu Bobby, Terinspirasi oleh Diskusi Bersama Pj Sekdaprovsu

“Jangan sok dewasa dengan memamerkan rumah mewah, tapi tidak punya rasa malu dan tidak takut korupsi. Orang tua kami selalu mengingatkan: jauhi penjara, jauhi neraka,” ujar Boni Gaol, menegaskan pesan moral yang menjadi dasar aksi mereka.

Mereka mengajak seluruh pemuda Sumut menjadikan peristiwa ini sebagai titik balik untuk merapatkan barisan dan memperkuat komitmen menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan akhlak mulia. “Anak muda jangan hanya keren di media sosial, tapi harus keren karena bermoral,” kata Michael Huber.

BACA JUGA:  Silaturahmi Gubernur Bobby Nasution dan Pemred: Terobosan Kominfo Sumut Erwin Harahap

Aksi damai ini juga menyatakan dukungan terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi. “Kami mendukung sikap tegas Presiden. Sudah waktunya Indonesia dibersihkan dari koruptor, termasuk dari kalangan muda yang menyalahgunakan jabatan,” kata Alex Naibaho.

Di tengah pergeseran nilai di era digital dan kemudahan akses terhadap kekuasaan, Gapeksindo Muda menekankan pentingnya rasa malu sebagai benteng terakhir moralitas.

“Korupsi, narkoba, dan begal sosial adalah penyakit generasi. Rasa malu adalah vaksin moral yang harus tetap hidup dalam diri anak muda,” pungkas Gavrilla Nararya.

News Feed