oleh

DPRD Batubara Desak Dinas PUTR: Jalan Rusak 15 Kilometer Ancam Nyawa dan Ekonomi Warga

DPRD Batubara Desak Dinas PUTR: Jalan Rusak 15 Kilometer Ancam Nyawa dan Ekonomi Warga

Batubara – Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Batubara, H. Rohadi, SP, MH, melayangkan kritik tajam terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Batubara atas lambannya penanganan jalan rusak sepanjang 15 kilometer yang menghubungkan Simpang Tiga Labuhan Ruku menuju Lima Puluh Kota.

Menurut Rohadi, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat roda perekonomian masyarakat. Ia menilai, meskipun anggaran perawatan jalan telah dialokasikan dalam APBD, hingga kini belum ada tindakan konkret dari dinas terkait.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut ke-17 Apresiasi Undangan Bupati Batu Bara: Rayakan HUT RI ke-80 Bersama Sesepuh dan Birokrat Senior

“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi menyangkut nyawa dan ekonomi masyarakat. Banyak korban berjatuhan akibat jalan rusak, dan belum ada langkah nyata dari Dinas PUTR,” tegas Rohadi anggota DPRD dari Partai Demokrat kepada wartawan, Selasa (22/4/2025).

Lebih lanjut, Rohadi menekankan bahwa Batubara sebagai daerah penyangga ketahanan pangan semestinya menempatkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama.

“Kalau jalan rusak terus dibiarkan, bagaimana kita mau berbicara tentang ketahanan pangan? Infrastruktur adalah fondasi utama,” ujarnya.

BACA JUGA:  Masyarakat Tionghoa dan Pemuka 13 Etnis Apresiasi Bupati Batu Bara Jaga Kebersamaan

Selain menyoroti jalan rusak, Rohadi juga mengkritik minimnya penerangan jalan di sepanjang jalur tersebut. Ia mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Batubara untuk segera memasang lampu penerangan jalan tenaga surya, terutama di titik-titik rawan kriminalitas seperti di Desa Padang Genting (Kecamatan Talawi) hingga Desa Simpang Dolok (Kecamatan Datuk Lima Puluh).

“Kami ingin pemerintah hadir secara nyata di tengah masyarakat. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegasnya.

Dalam kesempatan berbeda, saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2024, Senin (21/4/2025), Rohadi yang juga menjabat Ketua Pansus LKPJ turut mengkritik kinerja Dinas Pertanian Batubara. Ia menyoroti lambannya penanganan berbagai masalah di sektor pertanian, terutama terkait perbaikan jaringan irigasi di wilayah Air Putih dan lemahnya kinerja para penyuluh pertanian.

BACA JUGA:  Lapangan Bola Jadi Panggung Bahagia: Pesta Rakyat Meriah Iringi Peresmian Pernikahan Putri Bupati Batu Bara, Bukti Pemimpin Milik Masyarakat

“Akibat lemahnya dukungan irigasi dan tidak maksimalnya peran penyuluh, banyak petani kita mengalami gagal panen. Ini harus segera dibenahi,” tegas Rohadi.

Pernyataan-pernyataan keras dari Rohadi ini menegaskan pentingnya respon cepat dan keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur dasar dan sektor vital seperti pertanian, demi mendorong kesejahteraan masyarakat Batubara.

News Feed