Forkopimda Pastikan 2 Juta Orang Melakukan Perjalanan Liburan Nataru di Sumut Aman
Medan – Forkopimda Provinsi Sumut memastikan sedikitnya 2 juta orang yang bergerak atau melakukan perjalanan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) di Sumatera Utara (Sumut) aman dan lancar.
Untuk itu, Forkopimda meminta semua pihak dan aparatur yang terlibat dalam pengamaban dan kelancarannya benar-benar melaksanakan tugas dan tanggungjawab penuh.
Hal itu tersimpul dalam Silaturrahmi Forkopimda Sumut dengan komponen strategis masyarakat di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu (18/12/24).
Kegiatan yang digelar Badan Kesbangpol Sumut ini dihadiri Pj Sekdaprovsu MA Effendy Pohan mewakili Pj Gubsu Agus Fatoni dan unsur Forkopimda Sumut termasuk Kabinda Sumut Brigjen TNI Gema Repelita. Juga hadir Plt Kepala Badan Kesbangpol Sumut Hendra Dermawan.
Secara khusus pada forum ini Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut Agustinus memaparkan persiapan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menyiapkan kebijakan pengamanan dan kelancaran lalu lintas.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, saat Nataru ada potensi kurang lebih 7,63 juta orang yang melakukan perjalanan keluar Sumut. Sementara itu ada 9,22 juga orang yang akan masuk ke Sumut pada Nataru nanti.
Selain itu, di Sumut diprediksi terjadi kenaikan penumpang angkutan jalan sebesar 10-15%, kereta api 10%, angkutan udara 2-5%, laut 5%, dan penyeberangan 5-10%.
“Dari angka tersebut saja kita prediksi ada kurang lebih dua juta yang bergerak, ini potensinya, belum lagi pergerakan lokal antar-kota antar-kabupaten, maka perlu kita siapkan kebijakan dan antisipasi untuk keamanan dan kelancaran,” kata Agustinus.
Pertama, pembatasan waktu operasional angkutan barang. Pada masa puncak mudik dan balik pada ruas jalan utama jalur mudik/balik.
Kedua, mendorong pemanfaatan sarana angkutan umum atau fasilitas mudik gratis untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Selanjutnya, memastikan kelayakan operasional moda transportasi melalui inspeksi keselamatan dan pemeriksaan kesehatan awak bus. Serta memastikan kesiapan jalur mudik dan antisipasi terhadap daerah rawan kecelakaan, macet, longsor dan banjir.
“Pada bulan seperti ini cuaca ekstrem jadi tantangan sendiri, dan ini perlu kita antisipasi juga,” kata Agustinus.
Kata Agustinus, Gubernur juga telah mengeluarkan surat edaran tentang antisipasi pengamanan lalu lintas masa Nataru pada Bupati dan Walikota se-Sumut.
Gubernur meminta kelancaran distribusi logistik, BBM, dan keperluan penanganan bencana alam.
Kemudian membentuk posko pelayanan dan monitoring penyelenggaraan angkutan Nataru, melaksanakan kegiatan Inspeksi Keselamatan (Ramp Check) terhadap kelaikan jalan angkutan umum dan kesehatan fisik pengemudi termasuk tes urine.
Selanjutnya, memastikan kesiapan jalur alternatif serta ketersediaan fasilitas perlengkapan jalan, sebagai langkah antisipatif atas gangguan lalu lintas yang mungkin terjadi. Serta berkoordinasi dengan operator / perusahaan angkutan umum setempat untuk mengantisipasi lonjakan pengguna angkutan umum.
Juga melakukan penegakan hukum angkutan penumpang umum dan angkutan pariwisata yang tidak sesuai ketentuan, serta angkutan barang yang melebihi batas ketentuan muatan dan kelebihan dimensi.











