I’tikaf Malam ke-27 di Masjid Agung Medan Penuh Jamaah
Medan – I’tikaf (ibadah berdiam diri di masjid) malam ke-27 Ramadhan 1444 H berlangsung khusyuk di Masjid Agung Jalan Pangeran Diponegoro dipenuhi oleh jamaah yang datang dari berbagai daerah di Sumut, Senin (17/4/23) hingga Selasa (18/4/23).
Fungsionaris BKM Masjid Agung Medan tampak ikut ber-iktikaf diantaranya Bendahara Umum BKM Agung Medan H Mahmuzar Darma yang akrab disapa Totok.
H Mahmuzar Darma mengucapkan syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT diberi kesempatan melaksanakan ibadah Iktikaf ini.
“InsyaAllah kita terus diberi kesempatan dan keberkahan. InsyaAllah Masjid Agung tetap bisa melaksanakan ibadah iktikaf,” ujarnya.
Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Kota Medan, bahkan ada yang datang dari luar kota Medan, berzikir, membaca Al Quran dan berdoa ke hadirat Allah SWT.
Suasana zikir yang bergantian dipandu oleh imam besar Masjid Agung Medan Al Ustadz Al Hafidz Irham Taufik berlangsung sejak pukul 23.00 WIB kemudian dilanjutkan Shalat Tahajud berjamaah 8 rakaat sekira pukul 02.45 WIB dinihari.
Sebelum imsyak jamaah makan sahur bersama nasi bungkus yang disiapkan BKM kemudian Shalat Subuh berjamaah.
I’tikaf adalah salah satu amalan sunah di bulan suci Ramadan. Meskipun termasuk amalan sunnah yang bisa dilakukan kapan saja, tetapi khususnya di bulan Ramadan, iktikaf lebih dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir.
Keutamaannya pun sangat besar, terlebih menjadi bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar.
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat. Tujuannya adalah semata beribadah kepada Allah SWT, khususnya ibadah yang biasa dilakukan di masjid.
Demi meraih keutamaan yang lebih besar, seseorang tentu dapat memperbanyak ragam niatnya, seperti berniat mengunjungi dan menghormati masjid sebagai rumah Allah SWT, berzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, mengharap rahmat dan rida-Nya, dan juga bermuhasabah.
Selain itu, bisa juga dilakukan untuk mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh dan cinta kepada-Nya, memutus segala hal yang dapat melupakan akhirat, dan sebagainya











