MEDAN – Fakultas Sastra Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan menjalin kerjasama (MoU) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara. Hal ini komitmen Bupati Batubara Ir. H. Zahir, M. AP., dengan Rektor Universitas Islam Sumatera Utara Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP.
Kadisdik Batu Bara Ilyas Sitorus usai MoU, Kamis (19/11/20) mengemukakan MoU kali ini khusus menyangkut tentang Kajian Pengembangan Muatan Lokal di Kabupaten Batu Bara.
Hal ini sangat perlu, karena Muatan lokal dalam kurikulum adalah merupakan salah satu bentuk kepedulian untuk menanamkan dan menumbuhkan kearifan lokal dalam kehidupan. Hal ini merupakan sebentuk peluang untuk mengenalkan kearifan-kearifan lokal dalam bentuk representasi kehidupan yang lebih bermakna, papar Mahasiswa Program Doktor Managemen Pendidikan Unimed ini.
Ilyas juga menyampaikan bahwa Kearifan lokal berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumberdaya alam. Kearifan lokal juga berfungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia serta dapat berfungsi sebagai pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan dan juga berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan, terang Ncekli safaan akrab Kadisdik ini.
Sementara Dekan Fakultas Sastra Universitas Islam Sumatera Utara, Dr. Purwanto Siwi, M.A., menyampaikan MoA ini merupakan lanjutan MoU yang telah di bangun pada tanggal 12 Agustus 2020 yang lalu antara Pemerntah Kabupaten Batu Bara dalam hal ini di tandatangani Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M.AP., bersama dengan Rektor Universitas Islam Sumatera Utara Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP., di Kampus UISU Jalan SM Raja Medan.
Masih menurut Purwanto Kerjasama ini bertujuan untuk melaksanakan hubungan kerja kelembangaan dan kekeluargaan antara kedua belah pihak dalam mengembangkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, khususnya terkait dalam bentuk kajian pengembangan muatan lokal di Kabupaten Batu Bara, papar Purwanto.
Kami berharap dukungan dari semua pihak sehingga Kajian Pengembangan Muatan Lokal di Batu Bara ini dapat kita wujudkan dengan baik selanjutnya akan menjadi kekayaan kita bersama sekaligus sebangai bekal buat anak cucu dan keturunan kita kelak, ungkap Purwanto. (R/intipos)












Komentar