oleh

Terkait Aspirasi Massa Pedagang Tradisional, Ini Kata Bobby O Zulkarnain

MEDAN – Bobby O Zulkarnain, Aspirasi massa Pedagang Tradisional se-Kota Medan yang meminta perbaikan sejumlah sektor perpasaran terutama masalah pedagang kali lima (PK5) ilegal, hendaknya segera disikapi Walikota Medan maupun jajaran Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Pemko Medan sendiri, agar masalahnya tidak berlarut hingga pada akhirnya menimbulkan dampak lain yang lebih merugikan.

Selain itu, jajaran PUD Pasar terutama Direktur Utama (Dirut) Suwarno dituntut memiliki target kerja yang lebih terukur guna memperbaiki kondisi pasar-pasar tradisional termasuk kesejahteraan pedagangnya. Bukan sekadar mengejar target pendapatan.

Penegasan itu disampaikan Ketua Harian Pemuda Karya Nasional (PKN) Kota Medan, Bobby O Zulkarnain dalam siaran persnya, Kamis (3/2/2022). Menyikapi aksi demonstrasi pedagang pasar tradisional di Kantor Walikota Medan, 31 Januari 2022 lalu.

“Tuntutan para pedagang pasar yang resmi tersebut, adalah kondisi riil saat ini bahwa banyak sekali pedagang kali lima ilegal yang sebagian malah dimanfaatkan pihak PUD Pasar guna meraih pendapatan, seperti aduan para pedagang bahwa ada pedagang kaki lima yang dikutip retribusi oleh pengelola pasar,” kata Bobby.

BACA JUGA:  Nelayan KNTI Sampaikan Aspirasi, Begini Reaksi Sekretaris Komisi B DPRD Sumut

Dia mengatakan, Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengangkat Suwarno yang notabene punya pengalaman 29 tahun berdagang di pasar tentu dengan perhitungan bahwa dirinya punya pengetahuan langsung tentang kondisi di pasar dan punya pemikiran bagaimana memperbaiki kondisi pasar.

Kata Bobby, jajaran direksi PUD Pasar termasuk Dirut tentu punya kemampuan manajerial guna memenuhi target-target yang diberikan. Walikota termasuk dalam pemenuhan pendapatan asli daerah (PAD).

BACA JUGA:  Baharuddin: Sang Penantang Unggulan di Pilkada Batu Bara 2024

“Tapi yang mau saya tegaskan di sini, bicara soal pasar bukan cuma memenuhi target pendapatan. Karena dalam fungsi bisnis yang namanya pengelola perusahaan sudah pasti dituntut memperoleh laba. Tapi bagaimana meraih keuntungan tanpa harus mematikan pihak lain dalam hal ini pedagang, itu persoalan paling penting sesuai fungsi sosial sebagai perusahaan daerah,” ucapnya.

Tokoh muda yang juga berkecimpung di partai politik ini mengakui,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

News Feed