Menurut keterangan Mufida (77) ibu kandung korban, sebelumnya, tiga pria mengendarai sepeda motor mendatangi rumah mereka untuk menagih utang Rp20 juta.
Namun Mufida tidak tahu secara pasti, Armen berhutang untuk keperluan apa.
Dari tiga pria yang datang itu, dua masuk ke rumah dengan marah dan mengancam.
Dengan mengesot karena kedua kakinya patah, Armen yang berada di kamar belakang datang menjumpai kedua pria itu ke ruang tamu.
Lalu, kedua pria itu menagih utang kepadanya dengan nada tinggi dan bernada mengancam. Mendengar jumlah utang yang disebutkan, Mufida kaget. Dia pun mengatakan kepada si penagih utang, jika mereka tak punya uang sebanyak itu.
Namum kalau hanya Rp1 juta, Mufida masih bisa mengupayakan.
Karena usianya sudah uzur, Mufida tak tahu kapan korban kembali ke kamarnya dekat kamar mandi.
Setengah jam setelah kedatangan pria itu, salah seorang di antara pria penagih utang itu mengatakan jika korban yang merupakan anak kandungnya sudah tewas gantung diri.
Kemudian, Mufida ke belakang melihat korban, sedangkan ketiga pria itu langsung kabur meninggalkan rumah Mufida.
Mufida pun berteriak karena korban ditemukan tewas tergeletak. Dekat tubuhnya ditemukan bekas tali nilon warna hijau dan sebagian lagi talinya terikat pada tiang kayu dekat atap.
“Kami gak kenal dengan ketiga pria yang datang itu. Badannya tegap-tegap. Anakku,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news












Komentar