oleh

Lunasi Hutang, Advokat Rohmat Selamat Minta BUMD Kabupaten Bogor Segera Jual Aset

 

BOGOR – Advokat Rohmat Selamat SH MKn meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bogor, PT Prayoga Pertambangan dan Energy (PPE) segera menyelesaikan utang terhadap kreditur.

Rohmat Selamat SH MKn dan Tuti Maulani Chaniago SH adalah kuasa Hukum dari PT Tohaga Jaya dan CV Mutiara Selatan, yang menjadi suplayer BUMN PPE.

“Sebaiknya PPE segera menjual asetnya agar permasalahan utang ini bisa cepat selesai,” kata Rohmat Selamat SH MKn, Kamis (10/6/2021)

BACA JUGA:  Pulihkan ekonomi nasional, DR (Cn) Hj. Rizayati terima kunjungan Staf Khusus Wapres Bidang Perekonomian

Rohmat mengungkapkan, pihak suplayer juga tidak menginginkan lebih lama lagi untuk menunggu penyelesaian perkara ini.

“Kami berikan waktu tiga bulan untuk segera menjual aset dan melunasi semua tagihan klien Kami,”ujarnya

Menurut Rohmat, itulah jalan terbaik bagi PPE untuk menjalankan roda bisnisnya agar lebih optimal lagi.

Sementara itu Direktur PPE Agus Setiawan, SH MH dalan sidang PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Rabu (9/5/2021) lalu mengatakan bahwa manajemen PPE akan melunasi utangnya.

BACA JUGA:  Gandeng investor Korea, PT IRJ akan bangun PLTS berkapasitas 100 MW di Kutai Kartanegara, Kaltim

“Utang para kreditor itu utang yang lama, hak mereka untuk menagih, dan kapan PPE bayar akan dilakukan,”  ujarnya.

“Sampai sejauh ini para kreditor dapat diyakinkan bahwa potensi aset perusahaan yang dimiliki dapat menutupi utang tersebut,” katanya.

Dia juga menjelaskan, bahwa pertemuan di pengadilan ini dapat diselesaikan secara musyawarah walaupun lewat pengadilan.

BACA JUGA:  Pertamina Foundation Luncurkan PFsains, Kompetisi Inovasi Energi Berbasis Technopreneur

“Untuk proposal perdamaian sudah ada dalam prosedur Undang – Undang, dan berharap hari ini ada homologasi. Tetapi banyak dari para kreditor untuk meminta waktu berembuk. Sedangkan laporan dari Kantor Akuntan Publik utang PPE kepada kreditor kurang lebih Rp 28 miliar. Saya berharap adanya perdamaian, agar bisnis dapat berjalan kembali.” Imbuh Agus Setiawan kepada awak media.

(strategi/01)

Komentar

News Feed