oleh

Bangun Jembatan Hasil Swadaya, ini Inspirasinya Masyarakat Ujung Batu V

Palas – Siberindo, Masyarakat Desa Ujung Batu V Kecamatan Hutaraja Tinggi Kabupaten Padang Lawas (Palas) selama ini cukup sulit dalam mengangkut Tandanan Buah Segar(TBS) kelapa sawit. Mereka harus melangsir dan menggunakan perahu menyeberangi sungai Batang Kumu.

 Hal ini tentunya sangat memberatkan masyarakat terutama menyangkut  biaya operasional yang  sangat  tinggi.

Dengan tingginya biaya operasional yang harus dikeluarkan, maka pemerintahan desa Ujung Batu V beserta masyarakat bermusyawarah untuk membangun jembatan dengan biaya swadaya dan dikerjakan dengan sistim gotong royong.

Hasil dari musyawarah desa didapat kesepakatan ,  bahwa untuk memperkecil angka pengeluaran biaya operasioanal panen sawit maka harus dibangun jembatan.
Biaya membangun dilakukan swadaya dengan hasil kesepakatan setiap warga yang memiliki kebun dikenakan biaya Rp 200.000/hektar.  Biaya tersebut dikumpul oleh panitia pembangunan jembatan selama 2 bulan semenjak pembangunan jembatan di kerjakan.

BACA JUGA:  Guru SD Dibunuh, Ini Harapan Keluarga Besar Butar-butar!

Demikian disampaikan oleh ketua pembangunan jembatan Batang Kumu, Supardi  ketika ditemui    , Minggu (19/07/2020) dikediamannya Desa Ujungbatu V.
Supardi yang juga salah satu donatur sebelum dana terkumpul dari masyarakat menjelaskan bahwa pembangunan jembatan adalah murni dari dana swadaya masyarakat.

Masyarakat Ujung Batu V

“Dana yang diperlukan untuk pembangunan jembatan diperkirakan sekitar Rp.230.000.000,- kurang lebihnya ,” jelas Supardi

Sedangkan diperkirakan luas areal perkebunan masyarakat yang dibebani biaya pembangunan sekitaran 1800 hektar.

BACA JUGA:  Protes Bus Trans Deli ‘Gratis’, Supir KPUM dan MRX Unras di Kantor Walikota Medan

Berkat kebersamaan dan bergotong royong akhirnya jembatan Batang Kumu dengan panjang 35 meter dan lebar 4 meter selesai dibangun. peresmian peroperasian jembatan untuk digunakan oleh masyarakat , dilakukan Sabtu kemarin(18/07/2020).

“Kekuatan jembatan diperkirakan mampu menahan beban sampai 12 ton,” ujar Supardi lagi.

Sedangkan untuk biaya perawatan, sesuai hasil musyawarah setiap truk yang lewat bermuatan dikenakan biaya Rp 50.000,-. Sedangkan khusus kendaraan L 300 dikenai biaya Rp 20.000,-.

Semua dana yang terkumpul sebagian digunakan untuk perawatan jembatan. Kemudian,lanjut Supardi sebagian akan dilokasikan untuk biaya penyertuan jalan.

Sebelumnya, Kepala Desa Ujung Batu V, Supadi dalam sambutannya diacara peresmian jembatan Batang Kumu mengucapkan terimakasih kepada semua warga yang sudah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan ini.

BACA JUGA:  Ahmad Muzani: Sudah Tepat Kita Dorong Prabowo Maju karena Favorit Kaum Milenial

“Semua ini tidak mungkin dapat terlaksana tanpa kerjasama semua pihak untuk bersama sama bergotongroyong tampa kenal lelah sampai selesainya pembangunan jembatan ini.”ucap Supadi

Diharapkan jembatan yang telah diresmikan ini dapat berpungsi sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan semua pihak bersama sama bertanggung jawab dalam menjaga terutama didalam perawatannya agar jembatan ini dapat bertahan lama ,” ujar Supadi Kades Ujung Batu V.(mn .03 -MitaNews).

Komentar

News Feed