oleh

Nelayan di Aceh Singkil Keluhkan Maraknya Kegiatan Ilegal Penyetrum Ikan

ACEH SINGKIL – Para pemancing atau nelayan mengeluhkan banyaknya para penyetrum ikan berkeliaran di daerah seputaran perusahaan-perusahaan sawit di Aceh Singkil.

Hal ini membuat para pemancing yang notabene hanya mengharapkan hasil tangkapan merasa rugi akan kegiatan para penyetrum ikan di daerah tersebut.

Seperti kata salah seorang nelayan yang enggan menyebutkan namanya. Ia merasa kegiatan para penyetrum ikan itu membuat hasil tangkapan mereka berkurang. Bahkan bisa sampai tidak ada mendapat hasil.

BACA JUGA:  Sesosok Mayat Terapung di Ujung Lolok Aceh Singkil Ditemukan

“Sebagai nelayan dan pemancing di daerah ini kami merasa dirugikan dengan aktifitas para pelaku yang tidak sehat mengambil ikan. Bahkan banyak bibit ikan terkena setrum mati,” ucapnya, Minggu (18/4/2021).

Katanya lagi, harus ada penertiban terkait hal ini. Sehingga para pemancing atau nelayan di Aceh Singkil bisa berusaha dengan aman.

“Apalagi di Bulan Suci Ramadhan ini, mereka menyetrum pada pagi hari. Membuat kami yang mengharapkan tangkapan dari memancing jadi berkurang bahkan nihil,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bobby OZ Pimpin Kodrat Kota Medan

“Padahal sudah jelas-jelas kegiatan mengambil ikan dengan cara menyetrum itu ilegal. Karena membuat ikan menjadi trauma dan mati,” tutupnya.

Bahaya Setrum Ikan

Dari beberapa sumber yang reporter topmetro.news himpun, kegiatan mengambil ikan dengan cara penyetrum ikan bukan hanya membahayakan lingkungan. Menyetrum ikan juga berbahaya langsung bagi manusia.

Kejadian pencari ikan dengan setrum tewas akibat tersengat alatnya sendiri sudah terjadi di beberapa tempat. Sadar akan bahaya metode itu, pemerintah sudah melarangnya lewat,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed