Praktisi pendidikan Sabungan Parapat, SE,SH melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo agar kiranya permohonan Bupati Taput mengusulkan keberadaan Universitas Negeri di Tapanuli Raya terwujud.
Surat pertanggal 3 April tersebut dituliskan, Ketua Yayasan Akademi Perawat Pemkab Tapanuli Utara berisikan curahan hatinya melihat banyaknya anak daerah Tapanuli Raya hijrah keluar daerah guna kuliah.
Dalam suratnya, Sabungan Parapat menceritakan sebagai bukti kecintaan kepada kampung halaman, sejak tahun 2012 yang lalu St. Nahanson Parapat didirikan oleh almarhum Laksda TNI FM Parapat PhD dan Ibu R. Harianja yang sangat bangga dan mencintai Bonapasogit (kampung halaman).
Tentunya latar belakangnya agar ada suatu lembaga pendidikan yang berkualitas di Bonapasogit, yang dapat membina, membimbing, mendidik putra putri Taput yang kurang rnampu secara ekonorni tetapi rnemiliki semangat dan keinginan untuk maju.
Pada awalnya, banyak orang beranggapan bahwa pendirian yayasan adalah bagian dari bisnis yang sudah barang tentu orientasinya adalah profit (keuntungan), namun dalam perjalanan waktu kami menjelaskan dan kenyataarmya bahwa bukannya bisnis
tetapi adalah bagian dari pengabdian dan jauh dari upaya mencari keuntungan secara bisnis.
” Ini bentuk sumbangsih kami kepada dunia pendidikan di Taput,” sebut Sabungan yang juga Pembina Yayasan St Nahanson Parapat, Senin (5/4) 2021.
Tentunya kedepannya, alumni sekolah Kami sebut Sabungan ada yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya.
” Sebagai tamatan SMK, mungkin alumni kami belum mampu bersaing sehingga mereka ingin melanjut ke Perguruan Tinggi, nah tentunya akibat keterbatasan orang tuanya banyak yang tidak melanjut,” sebut Sabungan yang juga berprofesi sebagai Advokat.
Jika saja ada sebuah perguruan tinggi negeri umum di Tapanuli Raya, pastinya alumninya akan melanjut guna mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu bersaing.
” Saya yakin orang tua kita akan berupaya menguliahkan anaknya bila saja ada Universitas Negeri di daerah ini, karena biaya hidup akan murah karena tidak memikirkan biaya kost, biaya hidup bahkan anaknya bisa membantu mereka bekerja di sektor pertanian,” ujarnya.
Itulah sebut Sabungan yang dicurahkan melalui surat ke Presiden Joko Widodo agar kiranya usulan Bupati Taput sebuah Universitas Negeri yang akan disebut Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA) direalisasikan.
Sabungan menyebutkan berbagai upaya telah dilakukan Bupati baik menggandeng praktisi, akademisi hingga membuat kajian study kelayakan.
” Pengajuan itu sudah barang tentu mempunyai alasan-alasan dan pertimbangan yang matang dan terukur yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Tapanuli dalam pengertian lugas serta berdasarkan kajian – kajian yang ilmiah, Bahwa banyak masyarakat yang mendukung termasuk dari kami sebagai pemerhati pendidikan,” paparnya.
Disisi lain, Sabungan mengatakan keberadaan UNTARA akan memicu berbagai sektor seperti pertanian, parawisata, transportasi dan lainnya.
” Saya mohon kiranya melalui surat tersebut, Pak Presiden mengabulkan permohonan pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA) karena inilah kerinduan dan keinginan kami dari masyarakat yang rindu akan kemajuan anak bangsa,” pungkasnya. (AS)












Komentar