Pasalnya setiap hujan deras yang melanda dalam hitungan jam, genangan air hingga mencapai sekitar 30 centimeter bahkan diatasnya kerap terjadi di sejumlah titik diantaranya ruas jalan HKI Tarutung, DI Panjaitan, simpang Hutabarat, jalan Raja Johannes hingga depan Graha Kartini Tarutung.
Demikian juga genangan air yang sangat berpotensi merusak jalan Hotmix yang dibangun kerap terjadi di jalan lintas lokasi air panas Sipoholon.
Jalan lintas yang merupakan kewenangan Provinsi dan Pusat tersebut sudah sangat sering bahkan beberapa kali diusulkan agar dibenahi saluran airnya.
Namun berbagai upaya baik pengusulan anggaran yang diajukan Bupati Taput hingga kini belum membuahkan hasil terkait penanganan Banjir perkotaan Tarutung dan Sipoholon.
Hanya saja ada yang sangkut dari usulan tersebut yakni pelebaran ruas jalan Siborongborong ke arah Tarutung, dan juga pelebaran ruas jalan serta pembenahan parit Raja Johannes Hutabarat Tarutung.
Namun berbagai upaya tetap dilakukan Pemkab tanpa berputus asa dengan harapan usulan itu dapat direalisasikan..
Untuk konteks penanganan banjir, Pemkab Taput melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sejak kemari telah melakukan survey teknis penanganan banjir.
” Ya, Tim dari PUPR sedang melakukan survey dalam rangka penanganan Banjir di Sipoholon dan Tarutung,” ujar Kadis PUPR Dalan Nangkok Simanjuntak via selular, Rabu (24/3) 2021.
Pemicunya sebut Dalan, akibat hujan yang sangat deras serta juga kondisi lainnya disebabkan saluran darinase belum terbangun dengan baik sampai ke sungai.
” Terdapat saluran yang ada banyak yang tidak berfungsi baik akibat kurangnya kesadaran masyarakat masih membuang sampah ke saluran sehingga tersumbat,” ungkapnya.
Pemkab Tapanuli Utara pada tahun 2020 telah menyurati Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional terkait kejadian Banjir di Kota Tarutung sekitarnya dan mereka sudah beberapa kali melakukan peninjauan lapangan.
” Makanya untuk mendapatkan data yang akurat kita melaksanakan survey teknis dalam rangka penanganan banjir,” tambahnya.
Survey sejumlah titik yang kerap dilanda Banjir sebutnya dilakukan di jalan lintas Air Panas, Pasar Sirongit Sipoholon.
Selain itu jalan lintas Balige, jalan HKI, DI Panjaitan, simpang empat Hutabarat, jalan Raja Johannes Hutabarat dan di depan Graha Kartini Tarutung.
” Hasil survey akan menjadi bahan usulan ke Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi serta usulan pertimbangan teknis terkait penanganan banjir. Nanti akan kita ajukan lagi anggarannya ke pusat melalui Pak Bupati, kita harapkan bisa realisasi sehingga nantinya tidak ada lagi keluhan Banjir bila hujan terjadi di sepanjang titik tersebut,” pungkasnya. (AS)












Komentar