oleh

Reses Akbar Himawan Buchari, Sengketa Lahan Warga dan TNI AU Dapat Sorotan

Reses Akbar Himawan Buchari selama 8 hari yang dilaksanakan mulai tanggal 21 hingga 28 Februari tersebut menyimpulkan 26 aspirasi warga. Salah satunya warga yang bermukim di Kecamatan Medan Polonia memohon kepada Pemko Medan dan Pemprov Sumut untuk memberikan perhatian khusus terhadap sengketa lahan antar warga dan TNI AU yang terletak di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia.

Kata Akbar Himawan Buchari, Senin (8/3/2021), reses tersebut dilaksanakan di daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Kelurahan PB Selayang I Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Sei Sikambing C Kecamatan Medan Helvetia, Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Sei Sikambing D Kecamatan Medan Petisah, dan Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah.

Pada reses anggota dewan Sumut dari Frakasi Golkar tersebut juga terungkap persoalan tanah, penanganan banjir, honor Posyandu, gelandangan dan pengemis (Gepeng), hingga stimulus ekonomi bagi pelaku UMKM dan hal itu menjadi masukan utama warga Dapil Sumut 2.

Salah seorang warga Sari Rejo, Hasna mendesak Akbar untuk mendorong pemerintah segera menerbitkan sertifikat tanah rumah mereka yang sudah ditempati puluhan tahun dan bersengketa dengan TNI AU.

Atas masukan tersebut Akbar akan memperjuangkan semaksimal mungkin hal ini ke wali kota dan mencari solusi terbaik untuk warga dengan tidak menzolimi hak warga Sari Rejo.

Warga Sari Rejo, Megawarni juga menyampaikan persoalan tambahan honor bagi tenaga Posyandu yang pernah dijanjikan sebesar Rp.100 ribu, dari tahun 2019 belum ada direalisasikan sampai saat ini.

“Kami dari tenaga Posyandu sangat  berharap agar bantuan tambahan honor tenaga Posyandu sebesar Rp 100 ribu bisa segera terealisasi karena sangat berarti bagi kami apalagi sudah dijanjikan dari tahun 2019,” tandas Megawarni. Menanggapi hal tersebut Akbar mengutarakan akan mengecek mata anggaran tersebut ke Pemko Medan. “Jikalau ada akan kami cek kenapa belum sampai ke tangan  tenaga Posyandu,” tegas Akbar yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta reses.

BACA JUGA:  Walikota Siantar Berharap GMNI Tetap Berjuang Bersama Rakyat

Pada reses yang berlangsung dikelurahan Sei Sikambing C Medan Helvetia, salah seorang warga  mempertanyakan urgensi keharusan suntik vaksin Corona bagi warga dan menganggap itu tidak penting. “Kalau ditanya bagi kami, suntik vaksin Corona itu tidak penting karena kami sehat-sehat selalu dan sering mengkonsumsi vitamin serta rajin olahraga. Melalui reses ini kami juga memohon bantuan kuota internet belajar Daring untuk anak-anak kami karena tidak terdistribusi dengan merata Pak. Dan sampai kapan belajar Daring ini terus berlangsung. Lebih bagus disegerakan saja belajar tatap muka kalau bisa bulan depan,” ucap Wati.

Menanggapi hal tersebut Akbar mengatakan  program vaksinisasi Covid 19 berlaku wajib bagi seluruh warga negara. Supaya aktifitas kehidupan kembali normal dan bisa buka masker ini semuanya.

“Kita kembali ke kehidupan normal sedia kala kalau sudah 80%  rakyat Indonesia sudah disuntik vaksin. saya sendiri sudah disuntik vaksin, tapi saya masih pakai masker, karena 80% dari peserta reses ini belum disuntik vaksin,” ucap Akbar.

Dihubungkan dengan belajar tatap muka, Menteri Pendidikan Nasional menargetkan sekolah tatap muka bisa dilaksanakan pada Juli 2021 tapi dengan catatan program vaksin sudah dilaksanakan sebanyak 80%. Bagaimana mau dibuat sekolah tatap muka kalau warganya tidak mau disuntik vaksin. “Saya menghimbau kepada kita semua ayo jangan takut disuntik vaksin corona karena itu aman dan halal. Supaya kehidupan kita kembali normal seperti sedia kala dan aktifitas perekonomian kita makin menggeliat serta anak-anak kita bisa kembali sekolah tatap muka,” tegas Akbar yang diamini oleh peserta reses.

Warga Jalan Ampera Sei Sikambing C, Edi menyampaikan permohonan kepada Akbar supaya menyampaikan ke Dinas Kebersihan Kota Medan supaya menyediakan bak sampah berukuran besar untuk warga karena banyak warga membuang sampah ke tanah kosong karena petugas sampah tidak ada .

“Pak Akbar sendiri bisa merasakan di lokasi reses kita ini dibuat di dekat lokasi tumpukan sampah yang sudah dibakar dan masih banyak lalat lewat di depan Bapak. Kami sendiri sangat apresiasi Bapak mau reses di tempat tumpukan sampah yang menggunung. Terina kasih Pak Akbar,” kata Edi yang disambut tepuk tangan meriah peserta reses.

BACA JUGA:  REPDEM Tarutung Kembali Aksi Bagikan 150 Paket Natal Bagi Tukang Becak dan Supir Angkot

“Kami mendesak supaya Pemko Medan menyediakan bak sampah besar di sini sehingga sampah yang menggunung di lokasi ini bisa segera diangkat oleh Dinas Kebersihan,” tambah Edi lagi.

Menanggapi hal itu Akbar akan langsung menghubung Kadis Kebersihan. “Habis acara ini saya akan langsung kontak Kadis Kebersihan supaya sampah bisa diangkat dan bisa disediakan bak sampah besar untuk warga. Karena ini rawan penyakit apalagi berdekatan dengan mesjid,” tegas Akbar.

Warga Helvetia lainnya, Ramon  menyampaikan persoalan bantuan bagi BKM Mesjid yang tidak transparan yang seharusnya kami terima 600 ribu tapi hanya Rp.300 ribu. “Bagaimana ini Pak? Kami hanya menerima Rp.300 ribu perbulan. Kenapa seperti ini? Kami juga menyampaikan agar Pemko Medan bisa menertibkan pengemis dan gelandangan yang banyak menjamur di seputaran simpang Manhattan dan Pondok Kelapa. Apalagi banyak di antaranya anak-anak di bawah umur. Ini kemana Dinas Sosial Pak? Makin banyak Gepeng menjamur di Kota Medan,” ucap Ramon.

Menanggapi hal tersebut Akbar akan segera mengecek mata anggaran tersebut. “Kalau ada potongan, ini akan menjadi temuan pidana,” tegas Akbar. Soal Gepeng saya akan berkoordinasi ke Dinas Sosial supaya bisa ditertibkan. Karena Gepeng adalah masalah sosial dan ekonomi warga. Jadi negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” tambah Akbar.

Warga lainnya, Mansur juga menyampaikan minimnya lampu jalan di daerah mereka.  “Kami di sini warga Jalan Ampera dan Jl Alumunium sangat minim lampu jalan. Pada bermatian. Jadi kalau malam di sini gelap. Bahkan banyak bencong berkeliaran karena lampu jalan padam. Jadi mohon bantuannya,” ucap Mansur.

BACA JUGA:  Angka Kesembuhan Covid-19 Tinggi, Wali Kota Medan Sukses Jalankan PPKM Mikro

Menanggapi hal tersebut Akbar berjanji akan segera berkomunikasi ke Kadis Pertamanan Medan supaya segera dipasang lampu jalan. “Lampu jalan itu sangat penting karena rawan kriminalitas apalagi di tengah kondisi perekonimian di zaman Covid seperti sekarang ini,” kata Akbar.

Pada reses yang berlangsung di Kelurahan PB Selayang 1 Medan Selayang, warga menyampaikan permohonan agar penanganan banjr di Pasar 1 Setia Budi Gang Amal. “Kami warga Pasar 1 kalau sudah hujan lebat kena banjir. Kami mohon ini bisa segera ditangani dengan menyalurkan curah hujan Gang Amal ke parit besar Pasar 1 dengan pemasangan gorong-gorong serta membangun gundukan di atas titi jalan masuk Gang Amal,” ucap Uci.

Menanggapi permohonan Uci, Akbar segera berkoordinasi ke Dinas Bina Marga. “Saya akan kontak ke Dinas Bina Marga dan akan mengupayakan harapan warga sekalian,” ucap Akbar.

Sementara reses yang berlangsung di Kelurahan Asam Kumbang Medan Selayang, warga yang kebanyakan berprofesi sebagai pengusaha kecil dan pedagang kaki lima memohon agar diberikan pusat pembinaan pelaku UMKM . “Kami para pelaku UMKM ini mohon dibina supaya naik kelas. Ada semacam inkubator bisnis disediakan oleh pemerintah dan kami mohon supaya kami diberikan stimulus ekonomi dalam bentuk permodalan karena kami pengusaha kecil juga terdampak Covid 19 ke usaha kami,” ucap Popi.

Menanggapi hal tetsebut Akbar meminta kepada warga yang berprofesi sebagai pengusaha kecil atau pedagang supaya membuat proposal untuk diteruskan ke dinas terkait dan perbankan . “Saya minta kepada warga agar segera membuat proposalnya dan disampaikan ke kami untuk kami teruskan. Karena kami sekarang di Komisi C yang mengurusi perekonomian dan bermitra dengan perbankan,” ucap Akbar yang disambut ucapan terima kasih warga.

Dalam reses yang dilaksanakan selama 8 hari tersebut berlangsung sangat semarak serta antusias warga sangat tinggi. Banyak harapan dan masukan warga dapat segera diperjuangkan oleh Akbar Himawan Buchari. (AY)

Komentar

News Feed