oleh

Tokoh Islam dan Ormas Kepemudaan di Batubara Dukung Pembubaran FPI

BATUBARA-Ormas kepemudaan  dan Tokoh Agama Islam se Kabupaten Batubara mendukung Pemerintah Republik Indonesia dalam membekukan Ormas Front Pembela Islam (FPI).

Demikian disampaikan Ketua Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Batubara Ahmad Sofian MA, Kamis (31/12/2020).

Diterangkannya kepada awak media dalam menanggapi  keterkaitan permasalahan  Pemerintah dengan Ormas FPI  yang saat ini akan dilakukan pembekuan dan pencabutan Izin organisasi masyarakat ini.

BACA JUGA:  AMITRA Raih Penghargaan The Best Sharia Multifinance 2021

Dia mendukung langkah pemerintah dalam membekukan ormas yang melakukan kegiatan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan atau ormas yang berbasis Radikalisme hingga akan dibubarkan Pemerintah dengan mencabut izin  ormas tersebut.

“Dalam mendukung ketegasan pemerintah, para tokoh Ormas dan Organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Batubara mendukung penuh dalam keputusan Pemerintah yang membekukan juga mencabut izin Ormas FPI yang telah dianggap tidak melakukan aturan aturan kepemerintahan Republik Indonesia,” katanya.

BACA JUGA:  Brigjen TNI Izak Pangemanan Selaku Dankolakops Beri pengarahan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC dan Yonif 711/RKS

Ahmad Sofian MA mengaku, akan mendukung penuh keputasan pemerintah dalam membubarkan dan membekukan Ormas FPI.

“Kami akan terus bersama TNI – POLRI dalam melakukan Pengamanan dan penindakan terhadap FPI dan kami akan terus mengikuti peraturan Pemerintahan Republik Indonesia. Tetap di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Sementara tokoh kepemudaan yang diwakili Ketua Pemuda Karya Nasional (PKN) Batubara Julham Effendi mengaku, bersama TNI-POLRI mengaku, akan memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah Republik Indonesia khususnya di Kabupaten Batubara.

BACA JUGA:  HBA ke 61 di Kejatisu Digelar Dalam Upacara Secara Virtual

“Kami akan menolak Ormas yang bersifat Radikalisme,” kata Julham Efendi bersama para tokoh organisasi kepemudaan se Kabupatem Batubara. (PS/SAUFI)

Komentar

News Feed