LANGKAT – realitasonline.id | Jumlah produksi tanaman kelapa sawit di PTPN II Kebun Tanjung Jati mengalami peningkatan hingga 100 persen. Hal ini tidak terlepas dari sistem keamanan yang dilakukan untuk menjaga hasil tanaman sawit agar tidak dicuri maling.
“Kami berusaha menciptakan situasi yang kondusif di areal perkebunan. Sehingga dengan begitu seluruh areal kebun sawit kami dapat terbebas dari segala bentuk pencurian kelapa sawit oleh para pelaku yang selama ini kerap beraksi,” kata Menejer Kebun Tanjung Jati, Kariadi SP saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/12) pagi.
Kata Kariadi SP, sejak dibawah komandonya, Kebun Tanjung Jati sudah berhasil menangkap 22 pelaku pencurian buah kelapa sawit. Dimana seluruhnya sudah diproses oleh pihak kepolisian.
“Kita juga sudah lakukan upaya preventif dengan rutin mensosialisasikan agar jangan melakukan tindak pidana pencurian buah kelapa sawit. Dan hal ini sudah berulangkali kami sampaikan melalui kades agar mewanti-wanti warganya supaya tidak terlibat dalam aksi pencurian kelapa sawit,” ujarnya.
Hal ini dilakukan, sambung Kariadi, semata-mata untuk menjaga aset milik perkebunan. Agar tidak lagi mengalami kasus pencurian.
“Artinya bersama sama lah kita menjaga aset negara ini,” ujarnya.
Kariadi merinci untuk produksi tanaman kebun kelapa sawit sudah mencapai 2858 ton. Dengan potensi yang dihasilkan 16500 ton.
“Sudah mencapai 90 persen. Dan mudah-mudahan tahun depan bisa mencapai 18500 ton,” ucapnya. (MA)











Komentar