oleh

BKW Masjid Agung Medan Apresiasi Pelantikan ANI Sumut

BKW Masjid Agung Medan Apresiasi Pelantikan ANI Sumut

MEDAN — Badan Kenaziran dan Wakaf Masjid Agung Medan mengapresiasi terbentuk dan dilantiknya Pengurus Wilayah Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) Provinsi Sumatera Utara masa khidmat 2026–2030.

Kepengurusan yang dipimpin Dr. Mayurida, M.Pd., CWC. tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi dan profesionalisme nazhir dalam mengelola aset wakaf bagi kemaslahatan umat.

Ketua Badan Kenaziran dan Wakaf Masjid Agung Medan H Dzulmi Eldin, Sekretaris H Yuslin Siregar, dan Bendahara H Musa Idishah atau Dody, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ANI Sumut.

Mereka optimistis organisasi tersebut dapat menjadi wadah bersama bagi para nazhir untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat tata kelola, serta mendorong pengelolaan aset wakaf secara lebih profesional dan produktif demi sebesar-besarnya kepentingan umat.

BACA JUGA:  DHD 45 Sumut Minta Fokus pada Substansi Jangan Digoreng Bermuatan Politis

Pelantikan Pengurus Wilayah ANI Sumatera Utara berlangsung di Hotel Adi Mulia Medan, Sabtu (29/8/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan oleh Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, Hafiz Gaffar, mewakili unsur pimpinan BWI Pusat. Kehadiran organisasi profesi nazhir di tingkat provinsi ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem perwakafan di daerah

Terbentuknya ANI Sumut sekaligus menandai menguatnya perhatian terhadap profesi nazhir yang selama ini memegang peranan penting dalam menjaga amanah wakaf.

Tantangan pengelolaan wakaf kini tidak lagi sekadar menjaga keberadaan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dikelola secara transparan, produktif, dan berkelanjutan tanpa mengabaikan tujuan serta amanah wakif.

BACA JUGA:  Korban Banjir Dibantu Sembako Oleh Kapolres Pelabuhan Belawan

Komisioner BWI Pusat Hafiz Gaffar menegaskan, pelantikan organisasi harus menjadi awal dari kerja nyata. Ukuran keberhasilan sebuah organisasi, menurutnya, bukan terletak pada seremoni pelantikan, melainkan sejauh mana organisasi mampu memperkuat kualitas nazhir dan menghadirkan manfaat nyata dari pengelolaan wakaf bagi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Dr. Mayurida, ANI Sumut diharapkan menjadi ruang bagi para nazhir untuk belajar, berkembang dan membangun kolaborasi.

Penguatan kompetensi, integritas, kemampuan manajerial, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan aset wakaf menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.

Potensi wakaf Sumatera Utara yang besar membutuhkan nazhir yang tidak hanya amanah, tetapi juga memiliki kemampuan profesional untuk mengembangkan aset secara produktif.

BACA JUGA:  Si Jago Merah Beraksi, Satu Unit Rumah di Aceh Singkil Hangus Terbakar

Dalam konteks itulah, kehadiran ANI Sumut dapat dibaca sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi profesi nazhir agar lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi modern dan era digital.

Bagi Badan Kenaziran dan Wakaf Masjid Agung Medan, terbentuknya ANI Sumut membuka peluang sinergi yang lebih luas. Pengalaman dan penguatan kapasitas yang diperoleh melalui organisasi profesi diharapkan dapat mendorong pengelolaan wakaf, termasuk aset wakaf masjid, semakin tertata dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Dengan semangat “Nazhir Naik Kelas”, ANI Sumatera Utara kini memikul harapan besar: membangun nazhir yang amanah dalam menjaga kepercayaan, profesional dalam bekerja, kolaboratif dalam membangun jejaring, serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi umat.

News Feed