SIMALUNGUN – Unit Kebun PTPN IV Marihat menerapkan
budaya “ngupi” (ngumpul pagi) sebagai upaya memotivasi kinerja karyawan guna meningkatkan capaian produktivitas yang maksimal sebagaimana termaktub dalam motto “AKHLAK”. (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal Adaptif, Kolaboratif).
Budaya “Ngupi” diterapkan sesuai Surat Edaran Direktur Utama Sucipto Prayitno keseluruh Unit Usaha dilingkungan PTPN IV, guna memotivasi kinerja seluruh karyawan agar lebih bersemangat melaksanakan tugas rutinitas, ujar Manajer Unit Kebun Marihat Bernad Purba didampingi Ass SDM Indra Gunawan, Kamis 30/07/21 di ruang kerjanya.
Melalui Budaya “ngupi” juga berdampak positif terhadap iklim kebersamaan satu dan lainnya, sehingga tumbuh “sense of belonging” (rasa memiliki) pada perusahaan sebagai sumber kehidupan, imbuh Manajer yang baru sebulan memimpin di Kebun Marihat itu.
Kebun Marihat memiliki luas areal konsesi 4.413.66 Ha dan terbagi 6 Afdeling, tentu akan sulit untuk diawasi, tetapi melalui upaya pendekatan yang dilakukan dengan berbagai fihak, seperti Kepala Desa, tokoh tokoh masyarakat dan stake holder, mudah-mudahan semuanya aman dan terkendali. Hal ini dibuktikan dengan tingkat losis buah TBS menurun drastis, ujarorang nomor satu di Kebun Marihat itu.
Bernard HS Purba yang sebelumnya menjabat Manajer Kebun Bukit Lima, dinilai sejumlah karyawan sebagai sosok yang “low profile”, ini terlihat dari keseharian nya yang kerap berbaur dengan karyawan dilapangan.
Bahkan sesekali turut menyaksikan karyawan saat mendodos TBS (tandan buah segar) kelapa sawit dan ikut membantu patroli ke lapangan bersama petugas keamanan kebun. Sehingga tidak heran jika, ia cepat dikenali seluruh karyawannya di Kebun Marihat.
Mendukung program pemerintah daerah, kebun PTPN IV Marihat turut berpartisipasi aktif melaksanakan ” Haroan Bolon” (gotong royong) mengatasi masalah Banjir dengan membangun sodetan di hulu sumber limpahan curah air, melaksanakan kebersihan lingkungan dan PTPN IV peduli pada percepatan pembangunan jembatan yang ambruk hampir setahun lalu di Afd 3, dengan melaksanakan pengerjaan jalur untuk mengalir lintasan air, sehingga tidak lagi melintasi bawah jembatan tetapi dialihkan ke sungai Andrasi.
Menyikapi situasi Pandemi Covid 19 di Kebun Marihat, pihaknya telah menginstruksi semua karyawan dan keluarganya untuk mematuhi protokol kesehatan. (Memakai Masker, Membasuh Tangan dan Menjaga jarak). Dan sudah 97 persen karyawan telah divaksinasi. Meski telah divaksinasi, namun pengawasan protokol kesehatan di lingkungan Kebun tetap dilakukan, ujar Bernard Purba yang diamini Asisten SDM Indra Gunawan.
Bukti lain tambah Indra Gunawan, untuk perayaan HUT 17 Agustus 2021, tidak ada lagi kerumunan massa, seperti “panjat pinang” dan lainnya hanya senam kesehatan yang diadakan. Karena dalam situasi Pandemi Covid 19 ini, diperlukan kebugaran tubuh agar sehat dan imunitas tubuh lebih baik lagi.
Dan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI tahun 2021 melalui Virtual, tambah Indra Gunawan yang tak lama lagi mutasi dalam jabatan yang sama di Kebun Dolok Sinumba, ungkapnya. (ep/intipos)












Komentar