Terlihat ratusan kenderaan roda empat belum roda dua silih berganti parkir berjejer memanjang dikiri kanan bahu jalan negara Tarutung-Sipoholon.
“Mungkin ada hajatan pesta,kata teman satu tumpangan, seketika naluri kewartawananku tergerak untuk mencari tahu. Selepas turun dari mobil, aku mencoba berkomunikasi dengan orang -orang disekitar.
Kata sumber, pemilik atau orang yang memarkirkan kenderaan sedang berurusan di salah satu kantor perbankan.
Benar, PT. Bank Sumut-Tarutung yang beralamat di seputaran jalan tersebut nampak “diserbu” pengusaha atau rekanan untuk urusan berita acara pencairan dana proyek yang dikerjakan.
Pantasan saja amatan Realitasonline, setiap orang yang turun dari kenderaan sambil menenteng berbentuk susunan kertas berjilit melangkah memasuki ruang kantor Bank Sumut
Informasi dari beberapa orang”anak buah” rekanan yang mengopi dikedai sebelah kiri bangunan kantor bank sumut yang hanya dibatasi dinding tembok mengatakan mereka sedang berurusan pencairan dana proyek yang dikerjakan dengan sumber dana PEN.
Sulit memperoleh keterangan dari pihak Bank Sumut ditenggarai oleh kesibukan ekstra luar biasa melayani ratusan rekanan yang dipercayakan mengerjakan proyek tahun anggaran 2020,belum lagi urusan pencairan dana desa dan nasabah umum.
Seperti diketahui, pemerintah kabupaten Tapanuli Utara memperoleh pinjaman dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
Mencapai kurang lebih 326 miliar rupiah dikucurkan dibeberapa dinas terkait,seperti dinas PUPR, Pertanian, Perumahan dan Permukiman, dinas Pendidikan, Kesehatan, dinas Pasar dan BPBD.
Para rekanan dari instansi pengguna anggaran itulah yang berurusan ke bank sumut dalam 3 hari terakhir penghujung tahun 2020.
Betul, kata salah seorang oknum yang melangkah buru-buru menuju kantor bank sumut-tarutung menghantar kelengkapan administrasi,ketika dipertanyakan apakah ia urusan berita acara proyek PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).
Mereka para rekanan yang berurusan ke Bank Sumut-Tarutung untuk berita acara pencairan menggunakan kenderaan roda empat dan roda dua.
Akibat keterbatasan lokasi parkir di kompleks bank tersebut, suka tidak suka pemilik memanfaatkan bahu kiri kanan jalan tempat parkiran.
Tidak sampai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dikarenakan posisi parkir tidak menyalahi aturan. Hanya saja terpantau laju kenderaan yang melintas melambat sebagai antisipasi kemungkinan terjadi hal-hal tak diinginkan.
Hasil pandangan mata Realitasonline dari hitungan menit disana, wajah orang yang keluar dari pintu depan kantor Bank Sumut Tarutung sore itu, terpancar keceriaan sambil menenteng seperti bungkusan, dengan langkah agak dipercepat menuju kenderaan meninggalkan kompleks perkantoran bank pemerintah daerah Sumatera Utara tersebut.
Merasa ,” wao apa gerangan” sudah terjawab seketika itupula Realitasonline beranjak melanjutkan perjalanan dan jadi deh sebuah catatan pendek akhir tahun. (MN)












Komentar