oleh

Pengusaha Papan Bunga Tewas Bersimbah Darah Usai Pergoki Maling

BELAWAN- realitasonline.id | Seorang pemuda yang merupakan pengusaha papan bunga tewas ditikam usai pergoki kawanan maling di rumahnya Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan, Selasa (29/12/2020) pagi.

Diketahui peristiwa berdarah itu merenggut nyawa Korban J Sianipar tewas dengan sejumlah luka tusukan pada tubuhnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan ketika dikonfirmasi Realitasonline.id membenarkan peristiwa tersebut dan Pihaknya sudah mengamankan salah satu tersangka yakni R alias Kacong (22). Sementara itu jasad korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut untuk proses otopsi.

BACA JUGA:  Bobby Nasution Akan Kembalikan Bangunan Bersejarah di Kesawan, Dimulai Dari Warenhuis

“Ia bang, Pelakunya terdiri dua orang satu orang sudah kita amankan. Kemudian satu orang lagi masih dalam pengejaran, sabar ya nanti kita jelaskan,”ucapnya singkat.

Menurut keterangan tetangga korban R (47) mengungkapkan, bahwa para pelaku yang berjumlah dua orang, masuk kerumah korban sekitar pukul 00.05 WIB. Kuat dugaan korban yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik handphone dan penyewaan papan bunga itu sudah tertidur, tersentak terbangun menyadari ada orang masuk kedalam rumahnya.

BACA JUGA:  Ratusan Ulama Siap Jadikan Akhyar-Salman Pemimpin Kota Medan

Seketika korban bangun dan memergoki aksi kawanan maling yang sudah masuk kedalam rumah. Korban dan para pelaku pun langsung bergumul. Nahas, para pelaku menghunuskan senjata tajam ke tubuh korban. Kontan pria bertubuh gemuk itu terkapar setelah tusukan mengenai dada dan perutnya.

“Saya mendengar teriakan maling dari sebelah (rumah korban). Saya langsung ke luar rumah dan mendatangi suara tersebut bersama warga lainnya. Kami temukan korban sudah terkapar, dengan bersimbah darah korban masih hidup. Kami larikan korban ke RSU PHC Belawan, tapi nyawanya tidak terolong lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Bentuk Dukung Program Pemerintah, PWI Aceh Singkil Lakukan Suntik Vaksin

Sedangkan dari lokasi kejadian, Kepala Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan Abdurrahim mengatakan, sebelum pengusaha papan bunga itu tewas, korban sempat menyebutkan ciri-ciri pelaku yang masuk ke rumahnya. Warga pun mencari sosok yang disebut korban tersebut.

“Saya bersama warga lacak pelaku sebagaimana yang korban sebutkan. Dari ciri-ciri tersebut ada yang kita curigai. Namun, orang yang kita tuju tidak ada di rumahnya,” jelas Abdurrahim. (AH)

Komentar

News Feed