oleh

Mahasiswa UIN Sumut Riset: Kagum Pelayanan Iktikaf dan Buka Puasa Bersama Ramadan di Masjid Agung Medan

Mahasiswa UIN Sumut Riset: Kagum Pelayanan Iktikaf dan Buka Puasa Bersama Ramadan di Masjid Agung Medan

MEDAN — Pelayanan jamaah di Masjid Agung Sumatera Utara dinilai luar biasa oleh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Kekaguman itu mereka sampaikan usai melakukan riset lapangan mengenai manajemen pengelolaan masjid yang menjadi kebanggaan umat Islam di Sumatera Utara tersebut.

Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari tugas akademik resmi yang diinisiasi oleh pihak fakultas melalui Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Hasnun Jauhari Ritonga, M.A., guna memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami konsep manajemen masjid secara praktis di lapangan.

Dalam kunjungan yang berlangsung di Masjid Agung Medan, para mahasiswa diterima oleh Wakil Sekretaris BKM Masjid Agung Medan, Drs. H. Abdullah Matondang, Kamis (30/10/2×5l yang memaparkan berbagai aspek pengelolaan dan kemakmuran masjid. Ia menjelaskan bahwa pelayanan jamaah, terutama pada momen Ramadan, selalu menjadi prioritas utama pengurus BKM.

BACA JUGA:  Tabrak Mobil yang Melaju di Depannya, Seorang Remaja Asal Aceh Singkil Meninggal

“Kegiatan buka puasa bersama dan iktikaf setiap Ramadan bisa mencapai ribuan jamaah setiap malam. Namun, alhamdulillah semuanya berjalan tertib, nyaman, dan penuh kebersamaan. Sumber pembiayaan kegiatan ini murni berasal dari para donatur, baik dari pengurus maupun masyarakat umum, tanpa menggunakan dana kas atau kotak infak masjid,” ujar Abdullah Matondang.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim riset itu menilai sistem pelayanan dan pengelolaan kegiatan ibadah di Masjid Agung Medan sudah sangat baik dan profesional. Muhammad Ihsan Lutfi, ketua tim riset, menyebut bahwa Masjid Agung Medan telah menjadi contoh nyata bagi praktik manajemen masjid modern yang humanis dan berorientasi pada jamaah.

BACA JUGA:  Kolaborasi Telin dan Citra Connect Perkuat Ekonomi Digital Indonesia

“Kami sangat kagum. Saat ikut itikaf di bulan Ramadan lalu, kami merasakan langsung bagaimana pengelola masjid melayani jamaah dengan ramah dan terorganisir. Bahkan saat ribuan orang berbuka puasa bersama, suasananya tetap tertib, hangat, dan penuh ukhuwah. Ini menjadi pengalaman spiritual dan akademik yang berharga,” ujar Ihsan.

Selain meneliti kegiatan Ramadan, para mahasiswa juga mendalami berbagai aspek manajemen Masjid Agung, mulai dari tata kelola kegiatan ibadah, pemeliharaan sarana prasarana, hingga pengelolaan infaq dan donasi. Mereka menilai pengurus BKM berhasil menjaga transparansi dan keberlanjutan program-program kemakmuran masjid.

BACA JUGA:  Dorong Kemajuan SMK, Disdik Provsu Bersinergi Dengan Dewan Kopi Indonesia

Abdullah Matondang menyambut baik riset mahasiswa ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan oleh perguruan tinggi Islam lainnya. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga laboratorium kehidupan umat. Kami senang jika mahasiswa menjadikannya ruang belajar untuk memahami bagaimana manajemen masjid dijalankan secara profesional dan penuh amanah,” ujarnya.

Riset ini diharapkan memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya tata kelola masjid yang baik, sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga keagamaan dapat memperkaya kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kemakmuran umat.

News Feed