MEDAN – Hari ini segenap bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Untuk kesekian kalinya Pancasila sebagai idiologi bangsa dan falsafah negara diuji oleh sejarah melalui rentetan peristiwa kekerasan, penghianatan dan perebutan kekuasaan.
Semua itu karena ambisi politik sehingga menghalalkan dan menafikan semangat persatuan, perdamaian, dan kasih sayang sesama anak bangsa.
Itulah sebabnya momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020 Badan Pembudayaan DHD 45 Sumut menyampaikan seruan sebagai berikut :
1. Jadikan peringatan peritiwa G.30 S/PKI sebagai peristiwa penghianatan kepada bangsa dan negara. Mereka mereka yang merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dan mengabaikan jiwa dan semangat proklamasi kemerdekaan RI dan falsafah Pancasila harus tetap di waspadai. Setiap gerak gerik perbuatan politik yang mengarah pada kekerasan, merusak persatuan dan kedamaian harus segera dicegah dan diberantas.
2. Kepada semua elemen bangsa, para pemimpin dan politisi untuk bersama sama memberikan contoh keteladanan kepada generasi muda . Sampaikab pesan pesan perdamaian, persatuan, kasih sayang dan semangat berbuat untuk kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
3. Menghimbau kepada pemerintah untuk menjadi garda persatuan bangsa. Jangan ciptakan pembelahan di tengah masyarakat. Simbol persatuan itu ada di negara dan pemerintah.
4. Sejarah setiap penghianatan kepada bangsa dan negara tidak boleh dilupakan. Itu harus menjadi ingatan semua masyarakat agar setiap peristiwa penghianatan terhadap rakyat negara dan bangsa tidak boleh terulang kembali.
Sebab akhir-akhir ini ada pihak yang ingin melakukan, memutar balikkan fakta, mengaburkan fakta dan data catatan catatan sejarah sebenarnya, baik dengan menghilangkan atau menambah kata kata dalam buku sejarah itu. Bila dibiarkan, gambaran peristiwa yang terjadi di masa lalu itu akan menyimpang dari kejadian sebenarnya.
“Kita sepakat sejarah adalah kepastian buka dengan kata kata berandai dan mungkin karena didukung oleh fakta”
5. DHD45 Sumut berharap agar dunia pendidikan mulai Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi tidak.boleh menghilangkan mata pelajaran sejarah. Kepada dunia pendidikan para guru dan dosen kami himbau untuk memberikan pelajaran sejarah, mengingatkan kaum muda dan generasi milenial untuk tidak menjadi penghianat bangsa. Ajarkan kepada generasi muda Gerakan Moral Anak Muda Pembawa Pesan Persatuan, Perdamaian dan Kasih Sayang. “Tugas utama kita terutama para pendidik,akademisi memutus mata rantai melalui pendidikan
6. Menghadapi tahun politik Pilkada Provinsi dan kab kota khususnya di Sumut menghimbau kepada para Kandidat Calon, Partai Pengusung, Tim Sukses dan Tim Kampanye agar mengedepankan pesan visi dan misi melalui program-program yang realistis bukan mengembangkan politik pembelahan di tengah masyarakat. Prioritaskan kepentingan persatuan, perdamaian, dan kasih sayang. Itulah pesan yang sesuai dengan Demokrasi Pancasila.
Demikian seruan yang disampaikan Ketua DHD45 Sumut Mayjen TNI Purn M.Hasyim didampingi Sekretatis Umum Drs Eddy Syofian M.AP di kantor DHD45 Sumut (Rabu 30/9 2020di Medan. (R/intipos)












Komentar