oleh

Banjir dan Longsor di Palas, Kapoldasu Diminta Tangkap Perambah Liar

PALAS – realitasonline.id | Penyebab Banjir dan tanah longsor di Kabupaten Padang Lawas  (Palas) yang baru-baru ini terjadi, salah satu penyebabnya  adalah maraknya perambahan hutan ilegal di kawasan Bukit Barisan.

Tidak dipungkiri masih maraknya perambahan liar di wilayah kecamatan Sosopan dan Batang Lubu Sutam (Batam) dan wilayah lain yang sampai saat ini terjadi, namun Penegak Hukum di Palas seolah-olah tutup mata dengan persoalan ini.

Direktur  Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia  (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan minta Kapolda Sumut menindaklanjuti masalah musibah bencana Banjir dan longsor yang ada di Palas diduga disebabkan pengrusakan hutan, penebangan liar yang dilakukan para oknum yang tidak bertanggungjawab.

BACA JUGA:  Kinerja Kodim 0208/Asahan Diapreasi Dalam Pendisiplinan Kebiasaan Baru

Baca Juga: Bupati Asahan Serahkan SPPT dan DHKP Tahun 2021

Edi Hasibuan mengatakan hal itu kepada realitasonline.id melalui telepon selluler, Selasa (30/3/2021) menyusul kejadian bencana Banjir dan longsor yang sangat merugikan masyarakat.

Perambahan dan penebangan liar yang berlangsung selama ini yang dilakukan oknum tertentu yang hanya ingin meraup keuntungan.

“Kapoldasu juga diminta harus menindak tegas oknum aparat kepolisian yang terlibat dan membekingi kegiatan perambahan liar yang ada di wilayah Palas,” tegas mantan Kompolnas.

Kayu yang terbawa arus Dampak dari Banjir dan longsor di Desa Siundol Jae kecamatan Sosopan. (realitasonline.id/Sofyan Siregar)

Hal senada juga disampaikan ketua DPD AMPI Palas, Mardan Hanafi Hasibuan SH MH, melihat dampak yang diakibatkannya begitu besar, tidak hanya membuat ratusan hektar lahan pertanian dan persawahan masyarakat rusak, ratusan rumah terendam banjir, malah ada korban tewas yang hanyut terseret arus sungai.

BACA JUGA:  Bacaleg DPR RI Ainul Rahman Dan Relawan Gus Muhaimin Capres RI 2024 Kunjungi Asokarama Temple

Mardan Hanapi juga mengungkapkan pelaku perambahan hutan itukan pelakunya dapat terdeteksi, kenapa penegak hukum tak dapat menjerat pelaku.

Jangan setelah ada Polres Palas justru perambahan hutan di Padang Lawas semakin merajalela, ucap Mardan Hanapi Hasibuan. Bahkan disinyalir, oknum kepala desa dan perangkat desa berperan aktif dalam perambahan hutan di wilayah Pinarik.

BACA JUGA:  KRASS Apresiasi Keseriusan Wujudkan Reforma Agraria di Sumsel

Seperti perambahan liar di Desa Sianggunan Kecamatan Sosopan kini telah mengakibatkan Banjir dan meluapnya Sungai/Aek Uluaer dan Sungai Barumun hingga menyapu ratusan hektar lahan persawahan.

Penebangan liar di wilayah Hapung sekitar Kecamatan Ulu Sosa merusak lahan pertanian, bahkan menelan korban jiwa yang hanyut akibat meluapnya Sungai Sosa.

Sementara Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito SIK saat dihubungi wartawan mengatakan menyusul dugaan perambahan liar itu, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan cross cek ke lokasi.

“Oiya, kita sudah turunkan anggota untuk cek lokasi,” ucapnya. (SS)

Komentar

News Feed