oleh

Pasutri Pengidap Tumor Butuh Perhatian Pemerintah

MEDAN – Pasangan Suami Istri Pasutri pengidap tumor, Erikson Lumbantobing (68) dan istrinya Sonia (56) warga Tanah Ulayat C, Klambir V Kecamatan Hamparan Perak butuh perhatian dan bantuan pemerintah.

Hal itu diungkapkan Erikson Lumbantobing kepada topmetro.news di kediamannya, Selasa (28/9/2021) siang.

Diutarakan Erikson, dirinya menderita tumor di bagian pinggul kiri. Sementara istrinya Sonia, menderita tumor cukup serius di bagian perut selama 30 Tahun belakangan.

Sejauh ini, tutur Erikson, dirinya dan istrinya pasutri pengidap tumor ini belum bisa menikmati layanan kesehatan program pemerintah. Karena himpitan ekonomi dan peliknya rantai birokrasi. Bahkan, keduanya belum pernah sekalipun mendapatkan perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA:  Perkara Pasutri Curi HP Dilimpahkan ke Jaksa, Ini Kata Polisi

Tidak Punya Biaya Perobatan di RSU

Mirisnya lagi, ujar Erikson, sejak membina rumah tangga hingga berusia senja belum memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menahan rintihan karena himpitan ekonomi hingga tidak bisa berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU).

“Kami sebetulnya ingin berobat tapi, terkendala ekonomi karena belum memiliki KTP dan tidak punya biaya. Untunglah, ada seorang warga yang bersedia membantu pengurusan KTP dan untuk selanjutnya pengurusan BPJS masih dalam proses,” tutur Erikson didampingi Sonia pasutri pengidap tumor.

BACA JUGA:  Ketua Pewarta Bantu Anak Wartawan yang Menderita Sakit

“Kami berdua mengidap penyakit tumor, saya di bagian pinggang kiri sudah mulai bernanah dan istri saya di bagian perut,” ujar Erikson diamini Sonia pengidap tumor sejak 30 tahun lalu pasca melahirkan anak ke 3.

Diketahui, Erikson sebelumnya berprofesi supir angkot dan Sonia hanya buruh cuci keliling hingga saat ini. Masih hidup mengontrak berpindah tempat tinggal.

BACA JUGA:  Libur Panjang Akhir Oktober 2020 Pemerintah Pusat Imbau Antisipasi Penyebaran Covid-19

“Waktu kami tinggal di kawasan Sunggal, ada oknum kepling meminta sejumlah biaya pengurus Kartu Keluarga (KK) dan KTP sebesar Rp2 Juta,” kata Sonia.

Anak saya, Andi Tobing (36) hanya berprofesi sebagai pencari barang bekas,… Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed