oleh

Jalur Singkil Kian Sempit, Warga Minta Perhatian Pemkab

ACEH SINGKIL – Masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari mencari seafood dan ikan minta perhatian pemkab di daerah Singkil Lama, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil atau biasa disebut (Kade Lama) meminta perhatian pemkab agar jalur air yang kian menyempit dinormalisasi.

Daerah Singkil Lama ini adalah asal muasal tempat pertama peradaban masyarakat Singkil. Terlihat dari masih banyaknya puing-puing reruntuhan rumah dan kuburan yang sudah berumur ratusan tahun.

Kini nasibnya sangat memprihatinkan, selain belum pernah tersentuh Pemerintah, akses menuju lokasi itu juga sudah sangat sulit.

BACA JUGA:  DPRD SU Segera Panggil Bupati Karo, Bupati Deliserdang dan Dinas Kehutanan Sumut

Menurut salah satu pemerhati Singkil Lama, Juli mengatakan selain tempat itu bisa dijadikan Cagar budaya, peradaban masyarakat Singkil pertama juga tempat ratusan masyarakat beberapa desa mencari rezeki.

“Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Akses masuk ke lokasi saja sudah sangat sempit sekali, dan rawan kecelakaan perahu mesin warga,” ucap Juli. Jumat (29/01/2021).

Padahal bila dikelola dengan baik selain bisa menjadi destinasi wisata religi, juga akan mempermudah masyarakat sekitar dalam mencari nafkah.

BACA JUGA:  DPRD Medan Pertanyakan IMB Bangunan Eks Portibi

Lanjutnya, baru-baru ini akibat terjadinya penyempitan, terjadi laka air antara nelayan dan pencari seafood, ujar Juli.

“Kami berharap perhatian pemkab Daerah memperhatikan daerah tersebut. Agar jangan ada lagi kejadian tabrakan di lokasi,” pintanya.

Hal senada juga dikatakan Saibah enam orang anak warga Suka Makmur yang menggantungkan hidupnya dari mencari lokan di Singkil lama tersebut.

“Tolonglah Bapak Bupati bantu kami menormalisasi jalan masuk Singkil lama itu. Kami tidak meminta banyak kami hanya meminta jalan itu diperluas,” ujarnya dengan mata berlinang.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Minta Camat, Lurah dan Kepling Lebih Peduli dengan Kondisi Warganya

Saya adalah tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah dengan enam orang anak yang harus saya tanggung. Suami tidak bisa lagi bekerja, dan disinilah tempat kami menggantungkan hidup, imbuhnya.

Sebelumnya dari pemerhati Singkil Lama melakukan gotong royong menebang Pohon yang selama ini menghambat para warga masuk kelokasi, tujuannya paling tidak bisa, Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed