oleh

Cegah Penularan, Asrama Akper Difungsikan Jadi Ruang Inap Tenaga Medis RSUD Tarutung

Bahkan berdasarkan informasi yang dirilis media nasional, warga Indonesia yang terkonfirmasi Covid-19 menyentuh 1 Juta kasus.

Hal inilah yang menjadi alasan hingga kini proses belajar anak didik bahkan hingga bangku perkuliahan memilih sistem Daring (Dalam Jaringan) atau akrab dengan sebutan ‘ Online’.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dibawah kepemimpinan Bupati Nikson Nababan ditengah peningkatakan angka kasus secara nasional yang juga berpengaruh naiknya angka terkonfirmasi di daerahnya membuat berbagai upaya.

Saat ini ruang isolasi pasien Covid-19 dipusatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung terdapat peningkatan jumlah terkonfirmasi.

BACA JUGA:  UKW Dewan Pers-PWI Gratis di Medan, 23-25 Februari 2021

Ada 28 pasien di ruangan isolasi baik bertekanan negatif maupun non negatif sedang proses perawatan yang tentunya membutuhkan kerja keras tenaga medis.

Untuk itulah guna mencegah penularan Covid-19 dari petugas kesehatan kepada keluarga ataupun sekitarnya.

Ruangan Asrama AKPER Tarutung difungsikan tempat menginap bagi mereka yang khusus bertugas menangani pasien Covid-19.

Dirut RSUD Tarutung dr Janri Nababan membenarkan pemanfaatan asrama AKPER untuk tempat menginap petugas medis.

BACA JUGA:  Polsek Medan Kota Ringkus Dua Pemuda Transaksi Sabu

“Karena tidak digunakan mereka akibat menganut sistem Daring dimasa Pandemi, kita fungsikan untuk tenaga medis yang menangani Covid-19,” ujar Janri Nababan, Kamis (28/1) 2021.

Janri menyebutkan akan ada nantinya 60 petugas kesehatan yang akan menginap di asrama tersebut.

” Mereka dikarantina tidak boleh pulang selama bertugas melayani pasien Covid-19, yang memang selama ini kita masih manfaatkan ruangan pasien. Dengan pemakaian asrama AKPER maka ruangan untuk rawatan akan difungsikan kembali kepada pasien yang rawat inap,” tambahnya.

BACA JUGA:  Terdakwa Penculikan Dituntut 9 Bulan, Istri Korban Surati Kajari Medan

Hal ini sebutnya guna mencegah penularan kepada keluarga maupun orang sekitarnya dan selama disana seluruh kebutuhan mereka ditanggung pihak RSUD.

” Kita tanggung dan saat ini sudah ada 29 petugas kesehatan yang diasramakan disana, dan memang ini atas inisiasi Pak Bupati bagaimana meminimalkan penularan kasus melalui kontak petugas kesehatan kepada keluarganya,” pungkasnya. (AS)

Komentar

News Feed