Madina – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mandailing Natal (DPPKB Madina) melakukan penyuluhan guna mengatasi permasalahan gizi ganda seperti kekurangan gizi, wasting, stunting pada balita dan anemia pada ibu hamil dan remaja di 9 kecamatan.
Kesepuluh kecamatan tersebut yakni Ulu Pungkut, Pakantan, Lembah Sorik Marapi, Panyabungan Barat, Panyabungan Kota, Hutabargot, Siabu, Naga Juang, Panyabungan Utara, dan Bukit Malintang.
“Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu hamil dan remaja pranikah tentang dampak dan penyebab stunting,” sebut Kepala DPPKB Madina Adnan Harahap SH MM kepada topmetro.news, Senin (27/7/2020).
Adnan menjelaskan, stunting adalah suatu kondisi dengan tinggi badan seseorang yang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya. “Ada pun penyebab anak terkena stunting adalah faktor gizi buruk dan faktor penyakit lain, seperti diare,” ungkapnya.
Dampak Stunting
Lalu sambungnya, penyakit stunting ini juga memiliki dampak yang sangat buruk kepada si penderita. Selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak juga bakal menurun 30 persen dari anak-anak normal lainnya.
“Langkah pencegahan stunting ini dapat dilakukan dimulai dari masa remaja. Dimana seorang remaja dapat mempersiapkan dan merencanakan masa depan dan kehidupan berkeluarganya,” tandasnya.
Kemudian, selain menggelar penyuluhan terkait…Baca Selanjutnya di www.topmetro.news












Komentar