oleh

Pengemis dan ‘Pemburu’ Sedekah di Lampu Merah Bireuen, Sehari Raup Rp 1 Juta

BIREUEN – realitasonline.id | Selasa tengah hari 27 April 2021 cuaca di Kota Bireuen terasa gerah. Warga setempat banyak yang berdiam di dalam rumah menghindari sengatan matahari. Sebagian memilih berdiam di mesjid untuk memperbanyak amalan di bulan mulia Ramadan.

Namun lain halnya dengan belasan orang berbaju kumal dan beberapa anak usia sekolah. Mereka bertahan di lampu merah Kota Bireuen menadahkan tangan kepada pengendara kendaraan bermotor yang berhenti karena terjebak lampu merah.

Mereka tidak perduli dengan cuaca panas yang membakar kulit.Tidak pula menghiraukan dengan bisingnya suara mobil dan Sepeda Motor yang melintas kawasan itu.

Orang orang itu terus bergerak, melangkah menghampiri mobil- mobil dan pengendara Sepeda Motor yang berhenti karena terjebak Lampu Merah Simpang Empat Kota Bireuen.

Fakriyah, sebut saja seperti itu namanya. Perempuan usia 40-an itu, Selasa (27/4/2021) terlihat sedang memandu seorang pria tua. Dengan tertatih-tatih pria itu mengikuti pemandunya. Mereka mendakat ke mobil mobil dan Sepmor yang berhenti di lampu merah.

BACA JUGA:  Klarifikasi Panelis: Pertanyaan Salah Alamat, Mohon Maaf kepada Publik Pakpak Bharat

Tidak saja Fakriyah seorang diri yang beraktivitas di tempat itu. Tetapi ada sejumlah lainnya. Orang orang berbaju kumal dan yang memakai pakaian menyerupai pakaian Santri terus bergerak untuk menadahkan tangan kepada pengendara kenderaan bermotor.

Baca Juga: Warga Kuala Batee Temukan Tiga Ransel Misterius di Jalan

Baca Juga: Kodim Abdya Shalat Ghaib Doakan 53 Awak KRI Nanggala

Di dekat tiang lampu merah arah ke luar kota, seorang perempuan muda menadahkan tangan kepada pengguna kenderaan bermotor. Perempuan muda itu membawa seorang bocah disabilitas fisik yang diletakkan di atas kereta sorong.

Tidak perduli dengan cuaca yang menyengat. Perempuan itu terus melangkah menyodorkan kotak bekas mie instan ke setiap pengguna kenderaan bermotor. Aksi perempuan muda ini berbahaya. Bukan saja berbahaya kepada dirinya dan anak disabilitas yang ikut bersamanya, tetapi juga mengundang kecelakaan kepada pengguna jalan lainnya. Apalagi selama Ramadan 1442 H ini arus lalulintas di kawasan itu terlihat padat.

BACA JUGA:  Diduga Sengaja Dibakar OTK, Satu Keluarga Nyaris Terpanggang

Di lampu merah arah Takengon terlihat seorang pria tua menadahkan tangan kepada pengendara kenderaan bermotor. Laki laki tua ini juga dipandu seorang perempuan. Recehan recehan yang diterima dari pelintas dimasukkan ke dalam tas yang disandang di bahunya.

Berapa penghasilan diperoleh dari kegiatan mengemis di lampu merah Kota Bireuen? Pengakuan pengemis di tempat itu kepada Realitas satu hari diperoleh lima ratus ribu sampai satu juta rupiah.

“Rata rata lima ratus ribu.Tetapi kalau hari tertentu seperti Sabtu bisa lebih, kadang ada yang satu juta,”sebutnya.

Perempuan itu mengaku, dirinya selaku “kernet” diberikan Rp150 ribu.

“Saya kadang dikasih seratus, seratus lima puluh. Tergantung sedekah yang didapat. Kalau makan minum dibeli dia,”sebut perempuan yang mengaku warga Aceh Utara.

BACA JUGA:  Gubsu Bersyukur Masyarakat Kawasan Proyek Jalan Rp 2,7 T Gembira Jelang Lebaran

Ditanya alasan mengemis di lampu merah Simpang Empat Bireuen? Sebut perempuan itu karena tidak ada pekerjaan lain.

“Dari pada kerja yang tidak halal, kan tidak salah mencari sedekah. Ini kan (mengemis) bukan merampok,mau dikasih kami terima, tidak diberikan juga tidak apa apa,”ujar perempuan pemandu laki laki tua yang mengaku sudah beberapa kali terkena razia Satpol-PP.

Selain para pengemis, di lampu merah itu ada juga anak usia Sekolah yang mencari sedekah. Anak berpakaian gamis itu membawa kotak yang bertulisan nama lembaga pendidikan.

Keberadaan pengemis di lampu merah Simpang Empat Kota Bireuen sebenarnya sudah sering ditertibkan Dinas Sosial Kabupaten Bireuen. Namun beberapa hari setelah terkena razia, pengemis tersebut muncul kembali. Sepertinya Pemerintah Kabupaten Bireuen sepertinya tidak berdaya membersihkan pengemis di lampu merah Simpang Empat Kota Bireuen. (AJ)

Komentar

News Feed