oleh

Dari Janji Bobby ke Saluran Irigasi: Gibson Buktikan PHTC Mengalir ke Sawah Sumut

Dari Janji Bobby ke Saluran Irigasi: Gibson Buktikan PHTC Mengalir ke Sawah Sumut

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Pada akhirnya, setiap program pemerintahan akan kembali pada satu pertanyaan sederhana: apa yang benar-benar berubah?

Sekitar satu setengah tahun setelah Muhammad Bobby Afif Nasution memimpin Sumatera Utara, pertanyaan itu mulai menemukan jawabannya. Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu penanda arah pemerintahannya perlahan memasuki fase paling menentukan: fase pembuktian.

Program tidak lagi cukup hidup dalam pidato, rapat koordinasi, atau dokumen perencanaan.

Ia harus turun ke lapangan, berubah menjadi pekerjaan fisik, lalu memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Di sektor sumber daya air di Dinas PSA yang dipimpin Plt Kepala Dinas Gibson Panjaitan
salah satu jejak pembuktian itu mulai tampak di sepanjang saluran irigasi Sumatera Utara.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menangani 21 daerah irigasi di berbagai kabupaten dan kota. Sebagian besar pekerjaan telah memasuki tahap kontrak dan segera atau telah bergerak ke pelaksanaan fisik. Targetnya bukan kecil: menambah sekitar 5.050 hektare lahan pertanian produktif, dari sekitar 36.000 hektare menjadi mendekati 41.000 hektare.

BACA JUGA:  Wagub Musa Rajekshah Dukung Pengarsipan Film Sumut

Di balik angka-angka yang tampak teknokratis itu, sesungguhnya terdapat manfaat yang jauh lebih konkret: air yang diharapkan kembali mengalir ke sawah dan membuka ruang bagi bertambahnya lahan pertanian produktif.

*Di sinilah PHTC menemukan makna sesungguhnya*.

Sebab, bagi masyarakat, khususnya petani, keberhasilan sebuah program bukan terutama terletak pada seberapa menarik nama program tersebut. Ukuran paling nyata justru sederhana: apakah air tersedia, saluran berfungsi, dan sawah kembali produktif?

Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Sumut, Gibson Panjaitan, kini berada pada salah satu titik penting untuk menjawab pertanyaan itu.

Dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (26/8/2026), Gibson menjelaskan bahwa Pemprov Sumut menangani 21 daerah irigasi dengan proyeksi penambahan sekitar 5.050 hektare lahan pertanian produktif. Untuk mendukung penataan dan optimalisasi tersebut, pemerintah mengusulkan anggaran Rp489 miliar.

Menurut Gibson, Sumatera Utara sebenarnya memiliki potensi irigasi permukaan dan rawa lebih dari 100.000 hektare. Namun, baru sekitar 30 persen atau sekitar 36.000 hektare yang selama ini dikelola secara produktif oleh masyarakat.

BACA JUGA:  16 ABK Batahan Ditangkap DKP Sumbar di Teluk Ilalang

*Artinya, masih terbentang ruang besar yang harus dioptimalkan*.

Program penanganan irigasi itu tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Langkat, Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara, Karo, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Serdangbedagai, Simalungun, Batubara, Asahan hingga Mandailing Natal.

Ada jaringan yang ditingkatkan, saluran yang direhabilitasi, bendung yang diperbaiki, hingga irigasi rawa yang ditata kembali.

Namun, bagi sebuah pemerintahan, daftar pekerjaan bukanlah tujuan akhir. Pekerjaan fisik hanyalah jalan menuju manfaat yang lebih besar.

Di sinilah peran Gibson menjadi relevan dalam mata rantai PHTC Bobby Nasution.

Bobby menetapkan arah dan komitmen pembangunan. Birokrasi kemudian memikul tanggung jawab menerjemahkan arah tersebut menjadi program yang terukur. Gibson, melalui Dinas SDA, berada di garis implementasi: memastikan perencanaan tidak berhenti di atas kertas, pekerjaan dikontrakkan, dan target penambahan lahan produktif mulai diwujudkan.

“Program-program irigasi tadi rata-rata sudah berkontrak, akan segera dilaksanakan,” kata Gibson.

Pernyataan itu mungkin terdengar sederhana. Namun, dalam bahasa pembangunan, kontrak dan dimulainya pekerjaan fisik adalah fase penting. Di sanalah program mulai meninggalkan ruang konsep dan memasuki ruang pembuktian.

BACA JUGA:  Gubsu Hadiri Wisuda STIKes Senior Medan, Harap Sekolah Kejuruan Makin Banyak

Program hasil terbaik cepat, pada akhirnya, tidak boleh hanya cepat dalam pengumuman. Ia harus cepat terlihat dalam kehidupan masyarakat.

Tentu, pekerjaan belum selesai. Justru keberhasilan sesungguhnya akan diuji setelah seluruh proyek berjalan dan manfaatnya benar-benar sampai ke petani. Tambahan 5.050 hektare lahan produktif masih merupakan target yang harus diwujudkan melalui pekerjaan yang berkualitas dan pengelolaan yang berkelanjutan.

Namun, langkah 21 daerah irigasi ini memberi tanda bahwa PHTC mulai memiliki bentuk yang semakin nyata.

Dari janji seorang gubernur, program itu kini bergerak menuju saluran-saluran irigasi. Dari kebijakan di pusat pemerintahan, ia diarahkan menuju sawah-sawah masyarakat.

Dan di antara janji Bobby Nasution dan air yang diharapkan mengalir ke sawah Sumatera Utara, Gibson Panjaitan sedang menjalankan tugas penting: memastikan komitmen itu benar-benar sampai ke lapangan. (*penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)*

News Feed