oleh

Kerinduan Kolektif Akan Tokoh Muda Berkarakter: Refleksi dari Doa Ulama dan Dukungan untuk El Adrian Shah

Kerinduan Kolektif Akan Tokoh Muda Berkarakter: Refleksi dari Doa Ulama dan Dukungan untuk El Adrian Shah

Terpilihnya kembali El Adrian Shah SE, MIP sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara belum lama ini tidak hanya menjadi berita politik biasa. Ia mengundang gelombang doa dan dukungan moral dari berbagai kalangan — tak hanya dari rekan-rekan sejawatnya sesama politisi muda, namun juga dari tokoh-tokoh senior dan ulama besar Sumatera Utara.

Fenomena ini patut dibaca lebih dalam sebagai sebuah refleksi sosial dan politik yang mencerminkan kerinduan publik, terutama generasi tua, akan hadirnya figur muda yang berkarakter, santun, dan inklusif.

Pada Minggu, 27 Juli 2025, tiga ulama besar — Prof. DR. KH. Amiruddin MS, MA, MBA, PhD, KH. Zulfikar Hajar Lc, dan Al Ustadz Dr. Drs. H. Amhar Nasution MA — secara terbuka mendoakan dan memberi semangat kepada El Adrian Shah agar istiqomah sebagai pemuda kader bangsa.

BACA JUGA:  Zainal Abiddin Nasution Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua DPD Hanura Kota Binjai Periode 2020-2025

Bagi mereka, El Adrian bukan sekadar politisi muda. Ia adalah simbol harapan, jembatan antara generasi tua yang ingin menitipkan nilai-nilai luhur, dengan generasi muda yang mendambakan teladan yang bisa dipercaya.

Yang menarik, dukungan serupa juga datang dari Prof. Dr. Ismail Effendi, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumut, sebuah entitas non-partisan yang sangat menjaga etika demokrasi. Ini memperlihatkan bahwa dukungan terhadap El Adrian melampaui batas politik elektoral. Ia tidak dilihat hanya sebagai ketua partai, tetapi sebagai figur muda yang dinilai mampu merawat arah demokrasi yang sehat dan bermartabat.

BACA JUGA:  Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law Ambil Korban, 14 Polisi Luka-luka

Hadir dari FKDM Sumut antara lain Drs Nasrun Husin Lubis, Erri Manto Damanik SE, Drs Jusuf Rizal, Fanoma Wa’u, sementara Ustadz Amhar dan El Adrian Shah juga anggota forum.ini.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: masyarakat, termasuk para sesepuh, merindukan munculnya pemimpin-pemimpin muda yang bukan hanya cerdas dan populer, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan empati sosial. Karakter inilah yang melekat pada El Adrian Shah. Dalam gaya kepemimpinannya yang sejuk, ia tak segan menghormati senior, merangkul semua golongan, serta menunjukkan kedekatan yang tulus dengan kaum muda. Inklusivitasnya membuatnya dipercaya sebagai tokoh pemuda sahabat semua kalangan.

Kita bisa menyebut ini sebagai kebangkitan harapan kolektif terhadap regenerasi politik yang lebih beradab. Ketika politik sering kali dicemari oleh kepentingan sempit, figur seperti El Adrian muncul sebagai pengecualian yang dirindukan. Tidak hanya oleh anak muda, tetapi juga oleh para ulama dan tokoh masyarakat yang melihat bahwa masa depan bangsa membutuhkan pemimpin dengan karakter kuat dan akhlak yang baik.

BACA JUGA:  Sambut Idul Fitri 1442 H, Telkom Group Pastikan Kualitas Layanan Prima

El Adrian Shah kini memikul beban moral yang tidak ringan. Namun dengan dukungan moral yang luas ini, ia justru diberi energi baru untuk terus melangkah sebagai representasi harapan baru. Ia adalah cermin dari generasi yang belajar mendengar, menghargai sejarah, namun berani menyongsong masa depan dengan visi yang matang dan sikap yang bersahabat.

News Feed