oleh

Belajar Al Qur’an Usia Dini Ibarat Mengukir di Atas Batu, Ini Pesan Bupati Pakpak Bharat

PAKPAKBHARAT – realitasonline.id | Jika belajar Al Qur’an dimulai dari usia dini (muda) itu ibarat seperti mengukir di atas batu, dan susah untuk hilang. Demikian dikatakan, Wabup Pakpak Bharat  DR. H. Mutsyuhito Solin, MPd saat membuka “Pesantren Ramadhan” di Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut.Sabtu (24/4).

Dikatakan, sepuluh atau paling lama limabelas tahun kedepan akan tumbuh generasi “khoiro ummah” yang terdiri dari  hafidz/hafidzah yang berprestasi secara akademik dari Pakpak Bharat.

Baca Juga: Bupati Pakpak Bharat: Camat dan Kades Harus Menguasai Teritorial Wilayah

Baca Juga: Sky Garden Bantu Korban Bencana Puting Beliung

Master plan Pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat lima tahun akan datang, diantaranya, Keterbukaan akses dengan masyarakat luar, serta menjadikan Pakpak Bharat sebagai kawasan segitiga emas.

“ Sesungguhnya itu ada dalam rencana yang telah kami susun, masyarakat akan lebih cepat maju dan berkembang, Tingkat ekonomi sesungguhnya berbanding lurus  dengan tingkat pendidikan termasuk kualitas keagamaan sebuah masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Sergai Sampaikan LKPJ Tahun 2020 di Rapat Paripurna DPRD

“Terima kasih kepada YAMC ISTAID Center Medan karena telah bersedia menggelar Pesantren Ramadhan” di Kecamatan Pergetteng-Getteng Sengkut. Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga serta mengembangkan nilai-nilai Islami dalam segala sendi-sendi kehidupan ini terutama dalam berbangsa dan bernegara,” sebutnya.

Pesantreen Ramadhan yang berlangsung selama dua hari 12 sampai dengan 13 Ramadhan 1442 H atau bertepatan dengan  (24-25/4) itu di inisiasi Youth Academician Moslem Camp (YAMC)  ISTAID Center Medan dibawah Direktur Eksekutif Prof. Sri Milfayetty dengan dibantu delapan orang  tim. (KT)

Komentar

News Feed