oleh

Yuliani Siregar Turun ke Tengah 700 UMKM, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi Usaha Naik Kelas

Yuliani Siregar Turun ke Tengah 700 UMKM, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi Usaha Naik Kelas

MEDAN – Komitmen Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diterjemahkan melalui program pemberdayaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu langkah nyata terlihat ketika Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Utara, Ir. Yuliani Siregar, M.AP., turun langsung menemui hampir 700 pelaku UMKM dalam peningkatan kapasitas usaha di Hotel Grand Antares Medan, Jumat (23/10/2026).

Di hadapan para peserta, Yuliani menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan akses pembiayaan. Pelaku usaha terlebih dahulu perlu diperkuat kapasitas, kemampuan manajerial, perencanaan bisnis, serta legalitas usahanya.

Menurut dia, pemerintah provinsi berkomitmen membangun ekosistem pemberdayaan UMKM melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, lembaga pendamping, inkubator bisnis, perbankan, dan berbagai pihak terkait.

BACA JUGA:  Sopir Mabuk Tuak, Truk Tangki Tabrak 3 Kendaraan di Jalinsum Batu Bara

Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Memberikan Bantuan

Yuliani menjelaskan, peningkatan kapasitas menjadi tahapan penting agar pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Karena itu, pendampingan harus dilakukan secara bersama-sama. Pelaku UMKM perlu dibantu memahami pengelolaan usaha, menyusun rencana bisnis, mengembangkan produk, memperluas pemasaran, hingga memenuhi persyaratan administrasi dan perizinan.

Dengan persiapan tersebut, UMKM diharapkan semakin siap memanfaatkan berbagai peluang pengembangan usaha, termasuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.

“Komitmen Gubernur untuk memajukan UMKM harus kita implementasikan melalui kerja bersama. Kita tingkatkan kapasitas mereka, kita dampingi, dan kita bangun kolaborasi agar UMKM benar-benar bisa naik kelas,” demikian pesan yang disampaikan Yuliani dalam kegiatan tersebut.

(**Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci)*

BACA JUGA:  Telkom Percepat Digitalisasi Sulawesi Utara dengan Solusi Satu Data dan PaDi UMKM

Kegiatan bertajuk Peningkatan Kapasitas Usaha bagi Wirausaha Terdampak Bencana Regional 1 Sumatera Utara itu diikuti hampir 700 pelaku UMKM dari delapan kabupaten/kota.

Kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan pentingnya dukungan terhadap pelaku usaha, terutama mereka yang terdampak bencana dan membutuhkan penguatan kembali aktivitas ekonominya.

Program peningkatan kapasitas tersebut juga menjadi ruang mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha serta berbagai mitra pendukung.

Keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, inkubator bisnis, lembaga pendamping, serta sektor perbankan diharapkan menciptakan ekosistem yang saling menguatkan.

Dalam konteks pembiayaan, Bank Sumut menjadi salah satu mitra yang dapat mendukung pengembangan usaha. Namun, kesiapan pelaku UMKM tetap menjadi faktor penting agar akses pembiayaan dapat dimanfaatkan secara tepat.

*(Menerjemahkan Kolaborasi Sumut Berkah)*

Langkah yang dilakukan Dinas Koperasi UKM Sumut tersebut sejalan dengan semangat Kolaborasi Sumut Berkah yang diusung Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya.

BACA JUGA:  Uang Palsu Beredar di Aceh Singkil, Targetnya Warung yang Dijaga Perempuan

Pemberdayaan UMKM membutuhkan kehadiran pemerintah yang tidak hanya membuat program, tetapi juga memastikan pelaksanaannya menjangkau masyarakat dan memberikan dampak nyata.

Tantangannya adalah menjaga agar pendampingan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan atau pertemuan seremonial. Harus ada tindak lanjut berupa peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, penguatan kelembagaan, serta akses terhadap permodalan.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan bukan semata-mata banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan, melainkan bertambahnya UMKM yang mampu berkembang, mandiri, dan memiliki daya saing.

Di sinilah kolaborasi yang dibangun Yuliani Siregar menjadi penting: menjadikan pemerintah sebagai penggerak ekosistem, sementara seluruh mitra mengambil peran sesuai kapasitasnya.

UMKM naik kelas bukan pekerjaan satu instansi. Ia membutuhkan kerja bersama yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

News Feed