oleh

Hengkang dari PDIP, Djarot Ungkap Borok Akhyar Nasution

Medan – Borok Akhyar Nasution dibongkar. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution hengkang dari PDIP. Wakil Ketua DPD PDIP Sumut itu berlabuh ke Partai Demokrat untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Medan 2020. Diduga, Akhyar Nasution pindah ke Demokrat karena tak ingin senasib dengan Wakil Wali Kota Solo, Ahmad Purnomo.

Hengkang dari PDIP, tak Mau Senasib dengan Calon Walikota Solo

Seperti diketahui, Ahmad Purnomo diusulkan oleh DPC PDIP Solo untuk maju sebagai calon Wali Kota Solo. Namun DPP PDIP memutuskan mencalonkan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Wali Kota Solo.

Di Pilkada Kota Medan, memantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution disebut-sebut akan diusung PDIP menjadi calon Wali Kota Medan.

Karena itulah, Akhyar Nasution pindah ke Partai Demokrat. Ia diusung koalisi Demokrat-PKS untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan.

Dipecat, Borok Akhyar Nasution Dibongkar

Keputusan Akhyar Nasution membuat PDIP geram. Akhyar langsung dipecat dari partai berlambang kepala banteng.

BACA JUGA:  Edy Rahmayadi Ikuti Prosesi Pemakaman Dato’ Seri Syamsul Arifin : Beliau Abang dan Sahabat Saya

Tak hanya itu, kasus dugaan dugaan penyelewengan anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kota Medan tahun 2020 yang bakal menyeret Akhyar juga diungkit.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, kepindahan Akhyar ke Demokrat mengingatkan dirinya pada iklan dan jargon politik partai yang kini dinakhodai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

BACA JUGA:  Kasus Covid 19 Bertambah, 18 Warga Aceh Singkil Terpapar
Keterlibatan dalam Kasus MTQ-53

Dikatakannya, slogan ‘Katakan tidak pada korupsi’ erat kaitannya dengan Partai Demokrat.

“Mungkin dengan bergabung ke Partai Demokrat yang bersangkutan (Akhyar) ingin mencitrakan ‘katakan tidak pada korupsi’,” sindir Djarot.

Djarot lantas mengungkit dugaan keterlibatan Akhyar dalam,,,Baca Selanjutnya di www.topmetro.news

Komentar

News Feed